Di Usia Berapa Sebaiknya Menggunakan Produk Anti-Aging? Ini Kata Dermatologis

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Sesuai dengan namanya, produk anti aging adalah produk yang bertujuan untuk memperlambat atau mengurangi tanda-tanda penuaan. Baik itu garis-garis halus, kerutan, lingkaran hitam, dan kulit kusam, yang menjadi permasalahan umum para perempuan.

Banyaknya produk anti aging yang tersedia saat ini menjadi suatu hal yang menguntungkan sekaligus membuat orang-orang bertanya-tanya, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk menggunakan produk anti-aging?

Melansir dari Huffpos, para ahli menyebutkan bahwa kulit manusia mulai menua sekitar usia 20 tahun, sebab pada usia tersebut kulit mulai kehilangan kolagen. Sehingga para ahli menganjurkan untuk menggunakan produk anti-aging sebagai pencegahan sejak dini.

“Saya merekomendasikan pasien saya untuk mulai memasukkan produk perawatan kulit anti penuaan di usia 20-an dan 30-an, ketika kulit kita perlahan-lahan mulai kehilangan kolagen." kata Y. Claire Chang, ahli kulit kosmetik bersertifikat di Union Square Laser Dermatology di New York.

Namun, sebelum mulai menggunakan rangkaian produk anti aging, menurut Naana Boakye, ahli kulit bersertifikat di New Jersey'S Bergen Dermatology mengungkapkan, bahwa langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dini adalah dengan menggunakan tabir surya atau sunscreen setiap hari.

Sebab, paparan sinar matahari berperan penting pada proses penuaan kulit. “Hal terbaik untuk mengikuti perawatan kulit yang baik adalah dengan memakai tabir surya - SPF 50 atau lebih tinggi - dan melembabkannya setiap hari,” ujar Boakye.

Menggunakan produk turunan vitamin A

Ilustrasi wajah perempuan/copyright shutterstock
Ilustrasi wajah perempuan/copyright shutterstock

Langkah selanjutnya, adalah dengan mengindetifikasi bahan-bahan utama terbaik dalam berbagai produk yang tersedia.Boakye dan kebanyakan ahli kulit lainnya merekomendasikan untuk menggunakan produk yang memiliki turunan vitamin A seperti retinol, retinyl ester atau retinal dehyde untuk memperbaiki garis-garis halus dan kelemahan kulit.

Boakye menjelaskan, radiasi UV dari sinar matahari akan menciptakan enzim yang bisa menurunkan kolagen dan elastin pada kulit, yang pada akhirnya menyebabkan pigmentasi dan kerutan. Karena itu, produk dengan kandungan turunan vitamin A dapat meningkatkan pengendapan kolagen baru dan mencegah degradasinya dengan meningkatkan produk prokalogen tipe I.

"Kolagen adalah protein yang memberikan elastisitas dan kekencangan pada kulit, yang membuat kulit tampak lebih muda. Singkatnya, mulailah dengan retinol." terang Boakye.

Layering produk perawatan kulit

Anjuran tepat penggunaan produk anti-aging. 
digunakan terlalu sering/pixabay
Anjuran tepat penggunaan produk anti-aging. digunakan terlalu sering/pixabay

Selain memperhatikan kandungan pada produk skin care mu, cara melapisi produk atau layering juga merupakan kunci untuk mendapatkan keuntungan tertinggi atas investasi perawatan kulitmu. Menurut Natasha Sandy, ahli dematologis dari PolisheD Dermatology, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan saat melakukan layering produk perawatan kulit.

“Setelah pembersihan, pelapisan harus dilakukan di pagi hari adalah menggunakan exfoliator, toner, serum atau gel, krim, produk perawatan apa pun, dan kemudian tabir surya. Di malam hari menggunakan, exfoliator, toner, serum atau gel, krim, retinoid, ” ujar Sandy.

Akan tetapi Sandy memperingatkan, beberapa konsentrasi bahan utama mungkin dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Sehingga dia menyarankan untuk menggunakan produk dengan jumlah seukuran kacang polong.

Bahan utama yang harus diperhatikan saat menggunakan produk anti aging adalah, hyaluronic acid, antioksidan seperti ascorbic acid (vitamin C) dan vitamin e, glycolic acid, peptides dan ceramides.

Penulis: Hilda