Di Yamaha, Crutchlow Bisa seperti Pedrosa atau Guintoli

Tri Cahyo Nugroho
·Bacaan 4 menit

Jumat (13/11/2020) lalu, Yamaha mengumumkan resmi mengontrak Cal Crutchlow sebagai pembalap penguji (test rider) mereka mulai MotoGP 2021. Crutchlow akan menggantikan Jorge Lorenzo yang dinilai kurang maksimal memberikan masukan dalam mengembangkan performa Yamaha YZR-M1 versi 2020.

Crutchlow, 35 tahun, dinilai sudah kenyang pengalaman di berbagai ajang balap motor kelas dunia. Bersama Yamaha, Crutchlow kampiun Kejuaraan Superbike Inggris (British Superbike Championship) 2006 dan jawara Kejuaraan Dunia Supersport 2009.

Pada 2010, Crutchlow menggeber Yamaha YZF-R1 milik Tim Yamaha Sterilgarda. Ia merebut tiga kemenangan plus tujuh finis podium lainnya untuk finis di peringkat keempat klasemen akhir Kejuaraan Dunia Superbike (WorldSBK) 2010.

Torehan itulah yang membuat Crutchlow ditarik Yamaha untuk memperkuat tim satelit mereka di MotoGP pada 2011, Monster Yamaha Tech3. Tiga musim di Tech3, Crutchlow mampu merebut enam podium dan dua pole position di atas Yamaha YZR-M1. Hasil terbaiknya di MotoGP juga dibuat bersama Tech3, kelima klasemen akhir 2013.

Pada 2014, Crutchlow ditarik tim pabrikan Ducati namun gagal total setelah hanya sekali naik podium di Aragon. Crutchlow lalu bergabung dengan Tim LCR Honda dan kembali menemukan performa bagusnya.

Sylvain Guintoli saat menguji Suzuki GSX-RR milik Tim Suzuki MotoGP.

Sylvain Guintoli saat menguji Suzuki GSX-RR milik Tim Suzuki MotoGP.<span class="copyright">MotoGP</span>
Sylvain Guintoli saat menguji Suzuki GSX-RR milik Tim Suzuki MotoGP.MotoGP

MotoGP

Salah satu keunggulan Guintoli adalah pengalaman menggunakan berbagai jenis motor. Ia memakai Aprilia RSW 250 LE di kelas 250 cc, Suzuki GSX-R1000 di British Superbike, dan Aprilia RSV4 Factory saat juara dunia Superbike.

Di MotoGP, Guintoli pernah memakai Yamaha YZR500 dan Yamaha YZR-M1, Ducati Desmosedici (GP8 dan GP11), dan tentu saja Suzuki GSX-RR.

Dari daftar motor yang pernah dikendarai, Guintoli pasti tahu bermacam karakter mesin baik produksi massal di Superbike sampai prototipe di MotoGP, mulai V4 (Aprilia, Honda, Ducati) sampai inline-4 (Yamaha, Suzuki).

Crutchlow juga memiliki pengalaman mengendarai berbagai jenis motor sepanjang karier balapnya. Selain berbekal komitmen kuat untuk menjadi test rider, Crutchlow mengaku masih ingat bagaimana Yamaha mengembangkan sasis, mesin, sistem elektronik, dan ban, saat di tim satelit pabrikan berlogo garpu tala itu.

Menurutnya, Yamaha harus mempertahankan filosofi teknis M1 yang sangat kuat di bagian depan (front end) dan kecepatan di tikungan yang fantastis.

Crutchlow juga bisa memanfaatkan pengalamannya di Honda untuk memperbaiki titik lemah M1 saat ini, bagian belakang bawah (rear end). Namun, dengan mesin M1 saat ini – yang juga akan digunakan di MotoGP musim depan karena engine freeze – cukup sulit bagi Crutchlow untuk memperbaiki rear end M1.

Crutchlow selama ini dinilai cukup mampu menjinakkan Honda RC213V yang dikenal tricky karena dalam enam atau tujuh tahun terakhir dikembangkan berdasarkan masukan dan gaya balap Marc Marquez.

Namun, Crutchlow menegaskan tidak akan membantu pengembangan Yamaha YZR-M1 untuk dibandingkan dengan motor Marquez. Ia hanya ingin membuat M1 mampu mengalahkan RC213V milik Marquez.

“Saya pindah ke Yamaha bukan untuk mentransfer data teknis yang dikembangkan Marquez (untuk Honda RC213V),” ucap Crutchlow kepada Motorsport.com.

“Saya mungkin bisa memberikan sedikit informasi kepada Yamaha cara mengevaluasi sejumlah hal dengan cepat, seperti yang saya lakukan saat tes untuk Honda.”

Para test riders MotoGP 2020 berpose bersama (ki-ka): Michele Pirro (Ducati), Sylvain Guintoli (Suzuki), Lorenzo Savadori (Aprilia), Jorge Lorenzo (Yamaha), Dani Pedrosa (KTM), dan Stefan Bradl (Honda).

Para test riders MotoGP 2020 berpose bersama (ki-ka): Michele Pirro (Ducati), Sylvain Guintoli (Suzuki), Lorenzo Savadori (Aprilia), Jorge Lorenzo (Yamaha), Dani Pedrosa (KTM), dan Stefan Bradl (Honda).<span class="copyright">Dorna</span>
Para test riders MotoGP 2020 berpose bersama (ki-ka): Michele Pirro (Ducati), Sylvain Guintoli (Suzuki), Lorenzo Savadori (Aprilia), Jorge Lorenzo (Yamaha), Dani Pedrosa (KTM), dan Stefan Bradl (Honda).Dorna

Dorna

Pengalaman Cructhlow di Honda mungkin tidak sematang Dani Pedrosa, mantan pembalap tim pabrikan Honda pada 2006-2018 yang menjadi test rider KTM sejak Oktober 2018 (dikontrak sampai akhir 2020).

Berbekal pengenalan mesin V4 milik Honda RC213V yang bertenaga sangat besar, Pedrosa tertantang untuk memadukan power yang juga besar miik KTM RC16 yang juga mengusung mesin V4 namun dipasang di rangka baja bulat (tubular). Ini tentu bukan pekerjaan mudah. Namun, hasilnya mulai terlihat di MotoGP 2020 ini.

Sampai lomba ke-13, KTM mampu merebut dua kemenangan lewat Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) dan Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech3), lima finis podium ketiga dan dua pole position lewat Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing).

Mungkin, salah satu tantangan bagi Crutchlow sebagai test rider Yamaha dalam mengembangkan M1 nanti adalah masukan dari pembalap.

Setahun terakhir, Yamaha cenderung lebih mendengarkan masukan dari pembalap tim pabrikan, Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP), dan skuad satelit, Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT), ketimbang sang maestro, Valentino Rossi.

“Sangat penting komunikasi dengan pembalap terkait apa yang sudah Anda tes (sebagai test rider), apa yang sudah dikerjakan, mana yang berhasil dan tidak,” tutur Crutchlow.

Di KTM, Pedrosa juga akan kehilangan Pol Espargaro yang pindah ke Honda. Padahal, setelah kehilangan status konsesi karena hasil impresif di MotoGP musim ini, KTM harus mengembangkan mesin baru untuk RC16 agar memiliki spesifikasi sama dengan pabrikan non-konsesi lainnya: Honda, Yamaha, Ducati, dan Suzuki.

Di Suzuki, Guintoli beruntung komposisi pembalapnya tidak berubah. Suzuki masih memiliki Alex Rins ditambah juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir, yang terbukti sangat piawai membuat performa Suzuki GSX-RR konsisten musim ini.