Diajak Bergabung ke Parpol, Begini Tanggapan Mantan Pegawai KPK Ini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rasamala Aritonang angkat bicara terkait sejumlah tawaran dari partai politik yang ingin mengajaknya bergabung.

"Pertama begini, pertama saya mau bilang terima kasih terhadap tawaran-tawaran itu. Tapi, saya mau balik lagi, kita masih konsolidasi dengan teman-teman, masih mematangkan konsepnya, dan kita juga masih mau mengonfirmasi dulu," ujar Rasamala dalam keterangannya, Kamis (14/10/2021).

Dia menyebut, sejauh ini dirinya masih mematangkan keinginan dirinya untuk terjun ke dunia politik. Pria yang tak lolos TWK KPK ini menyebut akan menemui beberapa tokoh terlebih dahulu terkait keinginannya tersebut.

"Di awal saya sudah sampaikan kita mau bertemu dulu dengan beberapa tokoh untuk minta insight, meminta perspektif untuk sama-sama melihat kemungkinan-kemungkinan yang bisa dijajaki," kata Rasalama.

Untuk saat ini, Rasamala mengaku dirinya masih berpegang pada gagasan awal, yakni mendirikan partai baru, bukan bergabung ke dalam partai lama. Partai baru yang ingin dia dirikan adalah Partai Serikat Pembebasan.

"Tapi, sementara kita harus konsolidasi dulu untuk ke dalam dan masih tetap pada gagasan bahwa perlu dibentuk satu partai baru, Partai Serikat Pembebasan yang sudah pernah disampaikan," kata dia.

Meksi demikian, dirinya tak menutup kemungkinan jika ke depannya bisa bergabung dengan partai politik lama yang berniat meminangnya.

"Tapi kemungkinan kan ada banyak, dan kita harus konsolidasikan ke internal teman-teman terlebih dahulu sambil jalan semua prosesnya," kata Rasamala.

Banyak Tawaran

Sebelumnya, Partai Demokrat melirik Rasamala dan pegawai KPK lainnya yang dipecat lantaran tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Anggota Komisi III itu tak masalah jika tawarannya ditolak. Dia hanya merespons keinginan eks pegawai KPK membentuk partai.

"Karpet biru (Demokrat) jauh lebih cepat untuk menjemput dia (eks pegawai KPK) di mana pun," kata Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Hinca Panjaitan di Kantor Ditjen AHU Kemenkumham, Kamis (14/10/2021).

Setali tiga uang, PKS mengajak mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipecat lantaran tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bergabung ke partainya.

Diketahui, salah satu mantan pegawai KPK mewacanakan akan mendirikan partai politik atau bergabung untuk melanjutkan perjuangan dalam memberantas korupsi.

"Terkait adanya wacana para eks Pegawai KPK yang diberhentikan karena tidak lolos TWK untuk mendirikan partai politik sebagai salah satu pilihan kiprahnya, PKS meresponnya dengan menawarkan mereka untuk bergabung saja ke PKS," kata Ketua Departemen Politik DPP PKS Nabil Ahmad Fauzi lewat pesan, Kamis (14/10/2021).

Dia mengungkapkan, bahwa membangun partai politik baru bukanlah hal yang mudah.

"Membangun partai itu tidak mudah, memerlukan proses yang panjang, ketokohan, jaringan serta modal finansial yang besar," ungkap Nabil.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel