Diajak ML Sama Pacar, Kenali Bedanya Nafsu dan Cinta Beneran

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Anak muda merupakan salah satu generasi yang berisiko tinggi dan rentan terhadap infeksi menular seksual serta kehamilan tidak direncanakan. Survei yang dilakukan oleh DKT Indonesia menemukan 19 persen anak muda sudah melakukan hubungan seksual sebelum menikah.

Survei tersebut dilakukan pada 2019 yang melibatkan 500 responden anak muda berusia 15 – 24 tahun di tujuh kota besar Indonesia mengungkapkan bahwa 70 persen dari mereka sudah pernah melakukan kontak fisik mulai dari berpegangan tangan dan berpelukan. Tak hanya itu, 19 persen dari mereka mengaku pernah melakukan hubungan seksual.

Fenomena tersebut diiringi dengan banyaknya pertanyaan, jika menjalani hubungan seksual pra nikah, apakah hal itu lantas memicu rasa cinta tumbuh? Atau, hanya sekadar memanjakan nafsu pada pasangan saja?

Diungkapkan oleh Certified Matchmaker Zola Yoana, pembuktian cinta yang diminta oleh pasangan dalam bentuk bercinta, kemungkinan adalah nafsu semata. Sebab, rasa cinta tak perlu dibuktikan dengan bercinta lantaran hal itu tumbuh dari kasih sayang yang diberikan secara bersamaan.

"Kalau nafsu, yang keluar desire-nya, orang cuma ingin having sex (bercinta) nih sama pasangannya," ujarnya dalam webinar bertajuk “Apa Perlu Bercinta, Biar Cinta?", beberapa waktu lalu.

Zola menegaskan bahwa cinta adalah perasaan kuat antara attachment, affection, dan desire. Namun ketika menjalin hubungan yang sudah didominasi dengan perasaan seksual, biasanya akan lebih cenderung untuk memprioritaskan keinginan untuk seksual. Untuk itu, ia menyarankan agar mengenali pasangan terlebih dahulu sebelum akhirnya terjebak dalam hubungan asmara.

"Sebaiknya apabila kamu mulai menjalin hubungan, lebih baik pertama kenali orangnya secara lebih dekat, dimulai dengan cari tahu life value dan kesamaan visi misi kehidupan kamu sejalan atau tidak, baru pengenalan tentang seksual compabitility terakhir," Zola menambahkan.

Sejalan dengan itu, seksolog klinik Zoya Amirin memberikan pandangan bahwa cinta dan nafsu bisa terjadi dalam waktu bersamaan. Yang berbahaya, kata Zoya, apabila nafsu tersebut timbul lebih dulu dibandingkan rasa cinta.

Pada saat bercinta dan jatuh cinta, hormon yang bekerja dalam tubuh didominasi oxytocin, vasopressin dan juga dopamine. Hormon tersebut membuat kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta dan juga hasrat di dalam diri kita. Jadi yang bisa kita kontrol adalah bagaimana reaksi yang harus kita lakukan ketika jatuh cinta.

“Poin pentingnya adalah bahwa apapun tindakan yang dilakukan, kamu harus melakukannya karena pilihan, tindakan yang kamu buat sendiri dengan kesadaran penuh akan konsekuensinya. Dengan cara ini, kamu akan lebih mampu membangun tanggung jawab pribadi. Dan jangan pernah melakukan hubungan seksual sebelum siap secara emosi atau fisik. Kalaupun memang memutuskan untuk sexually active, selalu praktikkan safe sex ketika melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom sebagai satu-satunya kontrasepsi yang juga melindungi kamu dari infeksi menular seksual,” tutur Zoya Amirin.