Dialog Ferdy Sambo dan Bharada E saat Rencanakan Tembak Mati Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Bharada E, alias Richard Eliezer Pudihang Lumui mengungkap percakapannya dengan Ferdy Sambo dihadiri Putri Candrawathi. Percakapan itu terkait rencana pembunuhan terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Perintah Ferdy Sambo itu disampaikan secara langsung saat berdialog di rumah Jalan Saguling III Nomor 29, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Hal itu diungkapkan Terdakwa Bharada E saat diperiksa di persidangan atas kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. Sidang digelar di PN Jaksel, Kamis (5/1).

Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso awalnya ingin mengetahui reaksi Bharada E pasca mendengar perintah membunuh.

"Saudara tidak langsung meresponnya?" kata Wahyu.

Bharada E mengatakan, tidak ada kata yang diucapkan selain melaksanakan perintah tersebut. Kepada Majelis Hakim, Bharada E mengungkapkan perasaannya.

"Saya pada saat itu tidak berani menjawab yang mulia. Saya cuma menjawab siap bapak," kata Bharada E.

"Cuma kata siap?" Wahyu bertanya

"Siap," ucap Bharada E.

Bharada E menerangkan, Ferdy Sambo tak mengubah posisi duduk. Lebih lanjut, Ferdy Sambo membeberkan skenario pembunuhan Brigadir J.

"Masih posisi begini yang mulai, dia jelaskan," ujar Bharada.

Bharada E menjelaskan, skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo seolah-olah terjadi tembak-menembak. Brigadir J sendiri dituduh telah melecehkan Putri Candrawathi di rumah Duren Tiga, lokasi pembunuhan.

"Jadi gini Chard skenarionya itu di 46 (nomor rumah), nanti di 46, ibu itu dilecehkan sama Yoshua. Terus ibu itu teriak, kamu dengar, kamu merespon. Yoshua ketahuan, Yoshua nembak saya duluan, saya tembak balik Yoshua, Yoshua yang meninggal," kata Bharada E menceritakan sesuai yang disampaikan Ferdy Sambo.

Bharada E mengatakan, Ferdy Sambo kembali mengulang-ulang skenario pembunuhan Brigadir J. Ia pun mengaku merespon dengan kata siap.

"Terus dia jelaskan terus Yang Mulia, secara berulang-ulang. Terus saya pada saat itu jawab 'siap bapak'," ucap Bharada E.

Hakim lantas mencecar keberadaan Putri Candrawathi. "Kapan terdakwa Putri Candrawathi bergabung dengan kalian," tanya Wahyu.

"Pas lagi ngobrol itu sudah bergabung Yang Mulia," timpal Bharada E.

"Oh saudara Putri keluar," Wahyu kembali bertanya.

Bharada E mengaku tak melihat dari arah mana Putri Candrawathi keluar. Seingatnya, saat itu Putri Candrawathi langsung menghampiri Ferdy Sambo.

"Saya enggak lihat dari arah mana, pokoknya lewat samping kiri saya Yang Mulia. Langsung duduk di sofa samping Pak Sambo," ujar Bharada E.

"Saudara Putri muncul dari kamar," tanya Wahyu.

"Saya tidak tahu Yang Mulia. Tiba-tiba," jawab Bharada E.

"Saudara tidak tahu apakah dari lift, apakah dari kamar, saudara tidak tahu? Tiba-tiba sudah duduk di sebelah terdakwa Ferdy Sambo," tanya Wahyu.

"Betul," Bharada E menjawab lagi.

Hakim lantas bertanya pakaian yang dikenakan oleh Putri Candrawathi kala merancang skenario pembunuhan Brigadir J.

"Masih gunakan sweater yang di Magelang?” ujar Wahyu.

"Masih baju yang sama," jawab Bharada E.

Jaminan Keamanan

Dalam kesempatan itu, Bharada E mengungkapkan, iming-iming Ferdy Sambo. Dengan sesumbar, Ferdy Sambo meyakini skenario akan berjalan mulus. Bharada E dipastikan bebas dari jerat hukum.

"Sudah dijelaskan skenario berulang ulang yang mulia baru bilang ke saya," ujar Bharada E.

Bharada E mengatakan, Ferdy Sambo meyakini skenario tersebut tidak akan membuat posisi terancam.

"Sudah kamu enggak usah takut chard. Posisi kamu aman, karena posisi kamu pertama bela ibu, yang kedua kamu bela diri, karena dia yang nembak kamu duluan. Posisi kamu aman chard," ujar Bharada E menirukan suara Ferdy Sambo.

Bharada E tak banyak bicara. Dia kembali menjawab. "Siap bapak," ucap Bharada E. [rnd]