Diam-diam Jerman Sudah Jual Kapal Selam Nuklir Keenam untuk Israel

REPUBLIKA.CO.ID, Jerman menyatakan akan menjual kapal selam kelas Dolphin keenam kepada Israel yang mampu membawa hulu ledak nuklir dengan jangkauan operasi 4.500 kilometer.

Menteri Pertahanan Jerman, Thomas de Maiziere mengumumkan keputusannya itu Selasa (20/3) dalam konferensi persnya bersama mitranya dari Israel Ehud Barak di Berlin. "Sebuah kapal selanjutnya akan dikirim ke Israel dan akan ada bantuan keuangan," kata Maiziere seraya membenarkan bahwa Jerman akan menanggung sebagian dari harga kapal selam itu.

Pada bulan November, sebuah sumber pemerintah Jerman mengatakan bahwa Berlin akan menanggung dana sebesar 135 juta Euro ($ 178 juta), sepertiga dari biaya kapal selam tersebut.

Sebelumnya, tiga kapal selam kelas Dolphin telah dikirim ke Israel antara 1998 dan 2000. Pada tahun 2006, Israel memesan dua kapal selam keempat dan kelima yang lebih maju.

Yang keempat dijadwalkan untuk pengiriman pada tahun 2013. Kelima dan keenam adalah perintah karena untuk pengiriman pada tahun 2014 dan 2016 masing-masing.

Israel merupakan satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah dan Tel Aviv tidak pernah mengizinkan fasilitas nuklirnya diinspeksi dan menolak bergabung dengan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Sebuah survei yang dilakukan oleh Pusat Arab untuk Riset dan Studi Kebijakan (ACRPS) di 12 negara Arab membuktikan bahwa 51 persen dari responden meyakini Israel sebagai ancaman utama bagi dunia Arab, sementara 22 persen lainnya menganggap AS sebagai ancaman terbesar.

Survei lain pada 2011 oleh Lembaga Friedrich Ebert yang bermarkas di Berlin menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen masyarakat Eropa percaya bahwa Israel adalah ancaman paling serius terhadap keamanan global.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.