Diancam Dibunuh usai Komentar soal Masker, Dokter Dewa Lapor Polisi

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang dokter di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya, Dewa Nyoman, melapor ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur pada Kamis, 4 Februari 2021. Ia melapor setelah menerima ancaman pembunuhan di media sosial oleh akun Instagram bernama @neofasisme.

Ancaman pembunuhan itu Dewa terima beberapa waktu lalu setelah dia mengomentari utas akun @jeg.bali tentang razia masker. Komentar Dewa kemudian ditanggapi akun @neofasisme yang mengarah pada ancaman pembunuhan. Selain ancaman, akun tersebut juga menuliskan kalimat tak pantas terhadap Dewa.

Merasa terancam, Dewa pun melapor ke polisi. Ke Polda Jatim, ia ditemani rekan seprofesi yang juga aktivis media sosial terkenal, dokter Tirta. “Kata-katanya (ancaman) itu sudah saya mintakan klarifikasi (ke akun @neofasisme), namun tidak disambut dengan baik," kata Dewa kepada wartawan.

Baca: Dokter di Palembang Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Mobil

Karena klarifikasi tidak ditanggapi, Dewa kemudian berinisiatif untuk melaporkan itu ke Polda Jatim. Dengan laporan itu, ia mengaku juga meminta perlindungan kepada Kepolisian atas keselamatan dirinya. "Saya meminta perlindungan hukum ke Subdit Siber Polda Jatim,” ujarnya.

Selanjutnya Dewa menyerahkan sepenuhnya proses laporannya kepada petugas Subdirektorat Siber Polda Jatim. Ia berharap polisi menindaklanjuti laporannya dan menindak pemilik akun @neofasisme.