Dianggap Baik untuk Diet, Apa Perbedaan Sea Salt dan Garam Dapur?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Garam memiliki banyak variasi dan manfaat tersendiri bagi tubuh, seperti garam meja, himlayan pink salt, kosher salt dan sea salt. Sea salt atau garam laut dianggap lebih baik untuk pelaku diet dan pola makan seseorang.

Dilansir Klikdokter, Selasa (16/11/21), sea salt memiliki kandungan nutrisi yang lebih banyak ketimbang garam dapur. Hal ini terkait proses pemurniannya untuk menghilangkan kotoran.

Sea salt didapatkan dengan cara menguapkan air laut maka rasa asinnya berbeda dengan garam meja. Oleh karena proses pembuatannya yang tidak terlalu panjang, sea salt mengandung nutrisi seperti, magnesium, potasium, dan kalium.

Bentuk dan ukuran sea salt pun berbeda dengan garam dapur, seperti menyerupai kristal dan lebih besar.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Konsumsi Sea Salt saat Diet

ilustrasi garam bisa membuat pipi tirus/pexels
ilustrasi garam bisa membuat pipi tirus/pexels

Walaupun sea salt memiliki kandungan yang lebih bernutrisi, tetap penggunaan secara berlebihan dalam diet atau pola makan sehari-hari tak baik untuk kesehatan, terutama untuk tekanan darah dan kesehatan jantung.

Sebaiknya, konsumsi garam seseorang tidak melebihi 1.500 gram per hari. Membatasi pemakaian garam hingga 1.000 mg per hari bermanfaat bagi tekanan darah dan kesehatan jantung.

Pelaku diet perlu membatasi asupan sea salt per hari serta mengurangi mengonsumsi makanan kemasan, olahan atau cepat saji karena kaya akan sodium.

Penulis: Alicia Salsabila

Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar

Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)
Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel