Dianggap Buyarkan Penanganan COVID-19, FPI: Pak Mahfud Berlebihan

Dedy Priatmojo
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI), Awit Mashuri, menilai pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD yang menganggap kerumunan orang di acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu malam pekan lalu, membuyarkan upaya penanganan COVID-19 sangat berlebihan.

Ia mengatakan pernyataan Mahfud MD yang mengkambinghitamkan FPI dan Habib Rizieq, sangat tidak adil dan berlebihan. Sebab, banyak kegiatan yang menyebabkan kerumunan orang terjadi di masa pandemi ini, namun tidak disorot pemerintah.

"Kalau misalnya minggu ini naik (angka COVID-19), kan kerumunan massa bukan hanya di Petamburan saja, tempat lain juga banyak yang tidak terjangkau, tidak terlihat, jangan dilemparkan ke Petamburan. Apa mentang-mentang ini FPI, ini Habib Rizieq," kata Awit Mashuri di tvOne, Senin malam 16 November 2020.

Menurut Awit, acara Maulid Nabi yang digelar FPI di Petamburan jangan dijadikan alasan pemerintah bahwa kerja penanganan COVID-19 selama 8 bulan ini menjadi sia-sia. Pemerintah seolah-olah mengkambinghitamkan FPI penyebab gagalnya upaya penanganan COVID-19.

"Jadi Pak Mahfud MD perlu hati-hati bicaranya, ini kan berlebihan. Ini kalau kita balikin, ini kegagalan mengurusi COVID bukan Petamburan, ini pemerintah yang gagal mengurus, yang dari awal diminta Habib Rizieq agar lockdown, karantina dulu, tapi apa yang terjadi?," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan keprihatinan pemerintah terkait acara pernikahan putri Habib Rizieq Shihab.

Acara itu mengundang kerumunan massa dan banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Hal itu dinilai seperti membuyarkan upaya bersama dalam melawan pandemi COVID-19 selama delapan bulan terakhir.

"Pelanggaran secara nyata dengan berkumpulnya orang-orang dalam sepekan terakhir ini bisa membuyarkan segala upaya yang kita lakukan dalam delapan bulan terakhir," kata Mahfud dalam konferensi pers yang dipancarkan lewat YouTube, Senin 16 November 2020. (ren)