Dianggap Kemalasan, 5 Gejala Ini Sebenarnya Tanda Orang Depresi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kemalasan seringkali dipandang sebagai kepribadian negatif. Namun, ada garis tipis antara malas dan depresi.

Depresi itu sendiri dapat menyebabkan penurunan kemampuan seseorang untuk melanjutkan hidup. Hal ini dapat menghilangkan gairah seseorang, membuat mereka tidak tertarik pada kehidupan, dan juga dapat memicu kemalasan dalam diri mereka.

Karena itu, selalu perlu untuk mengkonfirmasi sumber perilaku malas seseorang. Berikut adalah hal-hal yang biasanya dilakukan atau tidak dilakukan oleh orang-orang dengan depresi yang membuat mereka tampak seperti orang yang malas.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Seperti tidak bertenaga dan malas bersosialisasi

Zodiak paling malas | pexels.com/@olly
Zodiak paling malas | pexels.com/@olly

Orang yang malas biasanya tampak tidak bertenaga dan tidak bersosialisasi dengan banyak orang. Mereka mengisolasi diri mereka sendiri dan lebih suka menyendiri daripada berada di sekitar orang-orang.

Sementara orang lain melihatnya sebagai kemalasan atau kelalaian, keinginan untuk tinggal sendiri dan rendah diri juga merupakan gejala klasik depresi. Jadi, sebelum menilai seseorang sebagai orang yang malas, cobalah dan deteksi penyebab penarikan mereka.

2. Sering mengambil istirahat di antara apa yang dilakukan

Photo by Daria Shevtsova from Pexels
Photo by Daria Shevtsova from Pexels

Orang yang mengalami depresi lebih memilih istirahat selama berjam-jam atau lebih tepatnya membutuhkannya untuk menyegarkan dan meremajakan. Mereka merasa sangat sulit untuk bangun dari tempat tidur dan sering beristirahat di sela-sela pekerjaan.

Tidak seperti pikiran yang tidak terganggu, orang yang bermasalah merasa lebih lelah, mengingat kecemasan dan stres tambahan yang mereka alami di setiap jalan kehidupan.

Karena itu, jika seseorang yang Anda kenal sering beristirahat dan bersembunyi di zona nyamannya, jangan langsung menghakiminya. Mungkin ada lebih dari apa yang terlihat.

3. Pekerjaan dan urusan yang tak diselesaikan

Ilustrasi Malas (pixabay.com)
Ilustrasi Malas (pixabay.com)

Dalam lingkungan kerja, ketidakmampuan untuk memenuhi tujuan dan sasaran dapat dipahami sebagai tidak profesional dan tidak efisien. Demikian pula, di lingkungan keluarga dan di sekitar teman, tugas yang tidak selesai dan perilaku kerja yang lalai dapat dilihat sebagai kemalasan.

Namun, yang harus dipahami adalah bahwa terkadang itu bisa menjadi tanda depresi. Depresi berat terkadang membuat orang kehilangan semangat dan gairah untuk pekerjaan apa pun. Ini dapat menghilangkan semangat seseorang dan mungkin membuat mereka tampak malas.

Meskipun demikian, terlepas dari tugas-tugas mereka yang tidak lengkap, cobalah untuk menganalisis keadaan pikiran mereka.

4. Kebiasaan makan yang tidak sehat

Ilustrasi Fast Food Credit: pexels.com/Jonathan
Ilustrasi Fast Food Credit: pexels.com/Jonathan

Hanya karena seseorang tidak makan, memasak, atau memiliki pola makan yang tidak normal, bukan berarti mereka bodoh atau malas. Ini bisa menjadi tanda depresi, yang sering diabaikan.

Depresi bisa membuat seseorang makan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Sementara makan berlebihan menjadi cara bagi orang yang depresi untuk mengatasi situasi mereka, kebalikan total yaitu tidak makan sama sekali dapat terjadi ketika depresi mereka mengurangi nafsu makan mereka dan membuat makan menjadi tugas.

5. Mengabaikan penampilan dan kebersihan diri

Ilustrasi mandi | Andrea Piacquadio dari Pexels
Ilustrasi mandi | Andrea Piacquadio dari Pexels

Perawatan diri sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, beberapa orang mungkin tidak waras untuk memperlakukan diri mereka sendiri dengan perhatian dan cinta. Seringkali seseorang yang mengabaikan kebersihan pribadinya dan mengabaikan penampilannya dapat dianggap sebagai orang yang malas dan lamban.

Namun, mungkin depresi yang memicu semuanya. Sampai dan kecuali seseorang bahagia dengan dirinya sendiri, mereka tidak akan peduli dengan penampilan mereka di mata orang lain. Mereka mungkin akan lebih sibuk dengan pikiran mereka.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel