Dianggarkan Rp 40,8 M untuk Dana Bantuan Hukum Bagi Rakyat Miskin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menganggarkan dana sebesar Rp 40,8 miliar untuk masyarakat miskin yang membutuhkan jasa pembelaan hukum.

Menurut Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Amir Syamsuddin bantuan hukum yang diberikan kepada masyarakat miskin untuk satu perkara maksimal Rp 5 juta.

"Ini bagian dari sosialisasi, sehingga saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan hukum, bisa menghubungi lembaga-lembaga (hukum) yang sudah diakredetasi oleh Kemenkumham," kata Amir di Kementerian Hukum dan HAM, Senin (3/6/2013).

Amir menuturkan, hal tersebut dilaksanakan dalam rangka mewujudkan akses keadilan dan sebagai wujud tanggung jawab negara, Bantuan Hukum berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang bantuan hukum. Bantuan hukum yang dimaksud adalah jasa hukum uang diberikan oleh pemberi bantuan hukum secara cuma-cuma kepada penerima bantuan hukum.

Ada sebanyak 310 Organisasi Bantuan Hukum (OBH) yang telah dinyatakan lolos verifikasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. 310 OBH tersebut telah menjalani beberapa tahapan yaitu implementasi dan tahapan verifikasi.

Amir menjelaskan dari 310 OBH yang lolos, 10 OBH berakreditasi A, Akreditasi B sebanyak 21 OBH, akreditasi C sebanyak 279 OBH. Sebaran OBH yang lulus verifikasi tersebar di seluruh provinsi, termasuk didalamnya LKBH Perguruan Tinggi.

Sebarannya mencakup 79 OBH di Sumatera, 152 OBH di Jawa, 14 OBH di Kalimantan, 30 OBH di Sulawesi, 20 OBH di Bali dan Nusa Tenggara, serta 15 OBH di Maluku dan Papua. Di setiap provinsi sudah ada minimal 1 OBH.

"Dengan demikian, walaupun masih jauh dari harapan, program bantuan hukum ini diharapkan menjamin akses keadilan untuk orang miskin di seluruh Indonesia," katanya.

Baca Juga:

  • 310 Organisasi Bantuan Hukum Lolos Verifikasi Kemenkum HAM
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.