Diapresiasi, kolaborasi Kemenparekraf hadirkan vaksin di Labuan Bajo

·Bacaan 2 menit

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menghadirkan 4.000 dosis vaksin bagi pelaku wisata dan masyarakat di Labuan Bajo.

"Sungguh luar biasa Menparekraf mengambil bagian untuk menciptakan imun masyarakat Labuan Bajo tangguh dalam menghadapi dampak ketika terkena COVID-19," kata dia dalam acara pembukaan Sentra Vaksinasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu.

Dia bersyukur Kemenparekraf berkolaborasi dengan Danone Indonesia dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) untuk mewujudkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap capaian vaksinasi COVID-19 di daerah yang sedang dikembangkan pemerintah sebagai kawasan pariwisata super prioritas itu.

Dia menyebut 4.000 dosis vaksin untuk vaksinasi selama empat hari ini akan membantu pemerintah daerah setempat dalam mempercepat capaian vaksinasi.

Dia menjelaskan bahwa percepatan vaksinasi akan membuat wisatawan tidak ragu berkunjung ke Labuan Bajo. Demikian pula sebaliknya, vaksinasi membuat para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif bangkit untuk mengembangkan sektor tersebut di daerah itu.

Bupati Edi menargetkan capaian 100 persen vaksinasi terlaksana pada November mendatang. Namun, jika semakin banyak pihak membantu percepatan vaksinasi di daerah super premium kepariwisataan ini, ia menilai target tersebut terpenuhi sebelum November 2021.

Baca juga: TNI AL Labuan Bajo-NTT gelar serbuan vaksinasi 790 dosis

Dia berharap, percepatan vaksinasi tidak hanya di kota Labuan Bajo, namun juga sampai pelosok desa di daerah itu.

"Jadi, bukan hanya warga kota Labuan Bajo saja yang menerima vaksin, tapi semua warga Manggarai Barat," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat Paulus Mami menyampaikan pelayanan vaksinasi dengan pendaftaran daring seperti yang dilakukan dalam Sentra Vaksinasi membantu petugas untuk pengamanan protokol kesehatan.

Ia melihat layanan vaksinasi dapat diberikan dengan terarah sehingga potensi kerumunan dapat dicegah.

"Kalau daftar secara daring begini, orang sudah tahu jadwalnya. Jadi mereka tahu harus datang jam berapa," ungkap dia.

Paulus juga menyebut tenaga vaksinator yang disiapkan dalam pelaksanaan Sentra Vaksinasi 20-an orang. Realisasi vaksinasi di Manggarai Barat telah menyasar 50 ribu jiwa dari total target 250.000 jiwa.

Baca juga: Waka Polri : vaksinasi terapung Polda NTT jadi contoh bagi polda lain
Baca juga: Erick Thohir: BUMN targetkan 6 juta dosis vaksin di sentra vaksinasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel