Diary Fimela: Amanda Cole Raih Kesuksesan Berdayakan Petani Lokal Bersama Sayurbox

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Perempuan di dunia teknologi mungkin masih dianggap cukup asing. Namun, Amanda Cole mampu membuktikan bahwa perempuan di dunia teknologi bisa membawa perubahan yang positif, terutama bagi petani lokal.

Mendirikan Sayurbox pada 2017, Amanda memulai perjalanannya dengan membangun platform yang menghubungkan ribuan petani dengan konsumen. Dengan kehadiran Sayurbox, Amanda ingin petani Indonesia lebih sejahtera sekaligus memberi nilai tambah kepada konsumen.

"Visi kita adalah memotong rantai distribusi sehingga petani punya lebih banyak akses ke konsumen. Produk kita kebanyakan fresh, sayuran buah buahan, tapi ada juga produk lain seperti ayam, pokoknya semua kebutuhan makan," ungkap Amanda.

Di awal kehadirannya, Sayurbox memanfaatkan sistem file based yang sederhana. Namun karena adanya peningkatan permintaan konsumen, terutama di masa pandemi, Sayurbox merasa perlu mencari dan menemukan infrastruktur teknologi yang lebih baik. Sehingga tim IT Sayurbox memilih teknologi could, AWS yang memiliki edukasi baik kepada pengguna.

Mengandalkan teknologi terkini

Simak cerita Sayurbox yang buktikan perempuan bisa sukses lewat teknologi (Foto: instagram/sayurbox)
Simak cerita Sayurbox yang buktikan perempuan bisa sukses lewat teknologi (Foto: instagram/sayurbox)

Dengan menggunakan sistem AWS, proses transaksi dari hulu ke hilir diatur dengan lebih baik dan teratur melalui sistem. Mulai dari petani, logistik, hingga aplikasi yang digunakan oleh pelanggan untuk mengakses layanan Sayurbox. Memudahkan dan mempercepat proses transaksi dari petani hingga sampai ke tangan konsumen.

Tahun ini, Sayurbox juga melakukan ekspansi di bidang layanan dan lokasi. Di mana, Sayurbox menambah layanan next day delivery untuk pengiriman hari esoknya serta instant delivery untuk pengiriman yang membutuhkan waktu 30 menit hingga 1 jam di lokasi tertentu.

Sementara dari segi lokasi, Sayurbox berencana menambah ketersediaannya di luar Jabodetabek, Bali, dan Surabaya. Selain sayur dan buah-buahan, Sayurbox juga menawarkan aneka bahan makanan lain, seperti hidangan laut, daging, dan susu. Total, ada sekitar 2000 item dan akan terus bertambah seiring dengan semakin banyaknya petani yang terlibat.

"Connect dengan partner kita untuk pemberdayaan petani. Ada tim sourcing yang membantu komunikasi dengan petani untuk buat program tanam, input utnuk meningkatkan kualitas dan produktivitas petani," tutur Amanda.

Melibatkan banyak perempuan dalam ekosistem

Simak cerita Sayurbox yang buktikan perempuan bisa sukses lewat teknologi (Foto: instagram/sayurbox)
Simak cerita Sayurbox yang buktikan perempuan bisa sukses lewat teknologi (Foto: instagram/sayurbox)

Dalam ekosistem pemberdayaan di Sayurbox, Amanda mengaku bahwa 90% petani yang terlibat merupakan perempuan. Mereka berasal dari segala rentang usia dan jenjang kehidupan. Mulai dari wanita karir, ibu yang baru memulai rumah tangga, hingga paruh baya. Di internal perusahaan sendiri, mayoritas karyawan dan posisi pimpinan juga dipegang oleh perempuan. Menjadikan Sayurbox yang lebih beragam dan terbuka bagi perempuan untuk memberikan kontribusi secara nyata terhadap kinerja dan inovasi perusahaan.

"Teknologi dapat digunakan untuk menciptakan dampak positif yang lebih besar. Peluang ini patut dijelajah lebih lanjut oleh para wanita Indonesia yang bercita-cita untuk menghadirkan solusi-solusi atas permasalahan yang ada. Saya berharap cerita Sayurbox dapat menjadi inspirasi bagi banyak perempuan lainnya untuk menjadi pemimpin di dunia teknologi,” tutur Amanda.

Menanggapi persaingan dengan pedagang di pasar, Sayurbox justru terbuka akan peluang kerjasama untuk bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Ketika petani mengalami gagal panen, Sayurbox menjadikan kerjasama dengan pedagang pasar sebagai alternatif pilihan. Mengingat, harga yang dibanderol untuk setiap produknya pun cukup bersaing dengan pasar konvensional.

Simak video berikut ini

#Elevate Women