Diary Fimela: Berkat Aplikasi Digital, Bisnis Kuliner Raih Omzet Dua Kali Lipat

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Mengelola bisnis kuliner di tengah tingginya persaingan di industri bisnis membuat para pelaku usahanya harus melakukan melakukan inovasi. Baik dari segi pengembangan produk maupun dari cara pengeolaan keungan yang baik dengan memanfaatkan teknologi.

Hal ini juga dilakukan oleh Bayu Raja yang memulai karirnya sebagai pengusaha bisnis kuliner sejak 2020. Memiliki pengalaman di bidang food & beverage selama 13 tahun, Bayu melihat adanya peluang dan menggunakan uang pesangon untuk memulai bisnis.

“Awalnya istri yang memulai bisnis kuliner, tetapi setelah saya dirumahkan akhirnya saya mengelola bisnis istri dan merambah ke bisnis kuliner lainnya. Saat ini kami memiliki tiga bisnis makanan yang berlokasi di Jakarta, yaitu: Dapur Rianka Frozen Food, Rokupang Rianka, dan Bakso Meni.” ujar Bayu.

Bayu mengakui tidak mudah mengelola tiga bisnis kuliner sekaligus tanpa manajemen yang baik. Terlebih dalam mengelola keuangan. Di awal bisnisnya, Bayu mengelola keuangan secara manual. Akhirnya ia memutuskan untuk memanfaatkan pengelolaan keuangan berbasis digital.

Kesulitan kelola keuangan secara manual

Cerita sebuah bisnis kuliner meraih omzet dua kali lipat berkat menggunakan aplikasi digital (Buku kas)
Cerita sebuah bisnis kuliner meraih omzet dua kali lipat berkat menggunakan aplikasi digital (Buku kas)

“Saat saya baru memulai bisnis, saya sempat mengelola keuangan secara manual, dari mencatat pendapatan, pengeluaran, hingga jumlah stok barang yang ada. Namun, setelah ada dua bisnis yang saya kelola, cara seperti ini sudah tidak efektif lagi. Pendapatan kami sempat menunjukkan angka minus dikarenakan data pendapatan, pengeluaran, dan lain-lainnya tidak tercatat dengan rapi.” jelas Bayu.

Menyadari pengelolaan keuangan dengan cara manual tidaklah efektif, Bayu akhirnya memutuskan membuat pengelolaan keuangan berbasis digital. Memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan mempermudah bayu dalam menjalankan bisnis.

Bayu menjelaskan bahwa kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan bisnis itu sangatlah penting. Dalam mengelola keuangan, teknologi berbasis aplikasi digital mampu membantu pengusaha dalam menentukan strategi kedepannya berdasarkan data-data yang diperoleh dari sistem yang ada.

Menggunakan aplikasi digital

"Informasi yang saya dapatkan ini menjadi tolak ukur saya dalam menentukan langkah yang perlu saya ambil kedepannya untuk meningkatkan penjualan, seperti menambah stock, menambah variasi menu, atau membuat promo. Berkat aplikasi BukuKas, saya mampu meningkatkan penjualan hingga dua kali lipat dibandingkan saat saya dulu masih menerapkan sistem pencatatan keuangan manual.” jelas Bayu.

Dirinya pun menyarankan bagi para pelaku UMKM lainnya untuk bisa turut serta memanfaatkan aplikasi keuangan digital yang ada guna mengembangkan bisnis dan merekam pendapatan.

Simak video berikut ini

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel