Diary Fimela: Bisnis Kerudung yang Membawa Berkah Bagi Rania Assegaf

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Terkadang membangun sebuah bisnis begitu sulit, mulai dari ide usaha apa yang harus dijalani hingga permodalan. Padahal, kebutuhan dan permasalahan hidup kita sebenarnya bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjika..

Hal tersebut pun dibuktikan perempuan bernama Rania Assegaf, yang memulai bisnisnya dari permasalahan yang ia alami yaitu sulitnya mencari hijab dengan motif yang sesuai dengan keinginannya. Kesulitan tersebutlah awal mula Rania membangun bisnis modest fashion yang diberi nama Deyn Scarf di tahun 2012.

"Alasan bisnis hijab sebenarnya ingin memenuhi kebutuhan saya, karena dulu kesulitan mencari motif hijab yang sesuai style-ku. Kebanyakan motif hijab yang terlalu pastel dan girly, sementara saya lebih suka earth tone, kalau cari pastel motifnya lebih tegas," ujar Rania selaku Owner Deyn Scarf kepada Fimela.com.

Bermodalkan Rp20 juta, Rania pun memulai Deyn Scraf dengan membuat hijab model pashmina. "Modal itu untuk biaya produksi hingga ikut bazar. Di tahun tersebut, pashmina sedang tren jadilah dibuat untuk produk pertama Deyn dengan motif yang memang sesuai style saya," ceritanya.

Rania sendiri bercerita sebenarnya dirinya tidak memiliki background di dunia fashion, namun ia yang lahir di keluarga pebisnis yang selalu belajar. Serta ia memiliki karyawan yang solid dan saling melengkapi untuk mengajarkannya tentang pola hijab.

"Memang tidak ada background di dunia fashion, tapi produk awalkan pashmina jadi hanya squre tidak terlalu sulit dipelajari. Justru tantangannya Deyn mulai memproduksi kerudung instan yang punya pola khusus, jadi disitu banyak belajar lagi. Untungnya ketemu karyawan yang ngajarin saya tentang pola, jadi kami memang saling melengkapi," paparnya.

Bisnis yang membawa berkah

Citra Kirana kenakan kerudung Instan dari Deyn Scraf.  (Deyn Scarf)
Citra Kirana kenakan kerudung Instan dari Deyn Scraf. (Deyn Scarf)

Rania mengatakan hijab yang dibuat awalnya dijahit di konveksi luar. Namun ditahun ke-3, bisnis pun berkembang hingga mampu memiliki konveksi in house dengan 13 penjahit dan 10 menajemen.

"Total karyawan sekarang ada 23 karyawan, dari awalnya saya sendiri mulai dari packing, jadi admin, hingga costumer service," ujar Rania.

Setelah pashmina, bisnis yang kini memiliki omzet Rp400-500 juta per-bulan ini memiliki produk unggulan yaitu kerudung instan. Rania mengatakan menjadi unggulan dan disukai masyarakat Indonesia karena produk ini dibuat dari bahan nyaman yang tidak sama seperti di pasaran.

Selain detail bahan, pola kerudung pun tetap stylish dan mewah yang bisa digunakan dalam situasi apapun. Dan anti ribet apalagi untuk para perempuan yang sudah memiliki anak dan butuh hijab yang cepat dikenakan.

"Kita pakai bahan sendiri sehingga nyaman banget, kami ambil bahan baku di Korea Selatan dan diolahnya di Indonesia. Sehingga bahan itu hanya dimiliki Deyn. Walaupun instan, kami buat polanya tetap stylish dan tentu praktis," ungkapnya.

Rania juga mengatakan bisnis ini tidak semata-mata hanya mencari keuntungan secara finansial, melainkan dapat membawa berkah. "Jadi tak hanya duniawi, setiap yang memakai kerudung mendatangkan berkahnya," ujarnya.

Pandemi membawa untung dan Berkolaborasi dengan Citra Kirana

Rania Assegaf selaku Owner Deyn Scarf mengatakan Citra sosok Women Of Deyn, jadi sangat tertantang untuk mengajak Citra menciptakan produk Kirana Instant. Kirana penamaannya diambil dari nama belakang Citra Kirana, juga memiliki arti sebagai cantik, elok atau berbinar. (Deyn Scarf)
Rania Assegaf selaku Owner Deyn Scarf mengatakan Citra sosok Women Of Deyn, jadi sangat tertantang untuk mengajak Citra menciptakan produk Kirana Instant. Kirana penamaannya diambil dari nama belakang Citra Kirana, juga memiliki arti sebagai cantik, elok atau berbinar. (Deyn Scarf)

Berbasis di Surabaya, membuat Deyn terbiasa berurusan melalui online. Maka disaat pandemi Covid-19 bukan masalah lagi bagi Deyn untuk berkomunikasi hingga menjual kerudung-kerudungnya.

Bahkan, Rania mengatakan timnya begitu cepat membuat produk yang dibutuhkan selama pandemi seperti masker berserta talinya. Justru setelah lima tahun berdiri, pandemi membuat penjualannya mengalami peningakatan tertinggi.

"Dari sebelum pandemi kami memang sudah terbiasa online, kami juga cepat beradaptasi dengan membuat produk yang dibutuhkan. Apalagi kerudung instan ini cocok dikenakan saat WFH. Memang menjadi tantangan tapi kami memiliki strategi marketing untuk bisa bertahan," ujarnya.

Baru-baru ini Deyn pun berkolaborasi dengan aktris ternama Citra Kirana, yang merupakan salah satu Women Of Deyn (Sebutan untuk para customer setia Deyn).

Berawal dari pembicaraan ringan melalui pesan di Instagram, ide untuk berkolaborasi ini disambut hangat oleh keduanya. Dari situlah tercipta koleksi terbaru yang diberi nama Kirana Instant Scarf.

"Citra Kirana sendiri memang sudah sering pake koleksi Deyn, Alhamdulillah dari sekedar kenal melalui social media akhirnya bisa berlanjut menjadi sebuah kolaborasi," tutup Riana.

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel