Diary Fimela: Bisnis Kuliner Sambil Jaga Anak, Omzet Roti Bagel Meningkat 4 kali Lipat

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Berangkat dari pemikiran, ingin tetap produktif walau memiliki anak membuat Prima Hayuningputri dan Anika Miranti mendirikan bisnis kuliner dengan menu roti bagel di tahun 2014.

Bisnis kuliner yang satu ini pun berawal dari kegemaran dan bakat masing-masing, yaitu baking dan berjualan. Dari situlah tercipta brand Mad Bagel.

“Sebagai ibu bekerja, kami berdua mencari cara untuk bisa tetap bekerja sambil mengasuh anak. Akhirnya, membangun Mad Bagel,” ujar Anika saat virtual konfersi pers Tokopedia Nyam!.

Berbeda dari bagel yang ada di Amerika, tekstur bagel milik Bad Magel lebih lembut. Dengan berbagain varian rasa, mulai dari plan, cheese, truffle, rainbow, dan masih banyak lagi.

“Kalo yang di Amerika kan rotinya terlalu keras, kalau di Mad Bagel ini masih keras tapi tidak begitu keras. Disesuaikan dengan cita rasa Indonesia,” tambah Anika.

Mad Bagel sudah memiliki outlet di Jakarta dan Tanggerang Selatan. Namun selama pandemi outletnya harus tutup atau tidak boleh dine in.

Mad Bagel raup peningkatan penjualan bisnis kuliner di masa pandemi. /dok. Tokopedia Nyam.
Mad Bagel raup peningkatan penjualan bisnis kuliner di masa pandemi. /dok. Tokopedia Nyam.

Strategi Bisnis saat Pandemi

Tokopedia Nyam/dok. Tokopedia
Tokopedia Nyam/dok. Tokopedia

Agar bisnisnya tetap berjalan mereka berdua pun memutuskan untuk berjualan lewat ecommerce.

Prima Hayuningputri atau yang akrab disapa Putri pun mengatakan 2020 ini menjadi tantangan karena semua harus berubah, namun di sisi lain ada kesempatan yang terbuka lebar. seperti Mad Bagel merasakan manfaat dari berjualan melalui e-commerce.

“Fokus bisnis outlet, tapi Juni 2020 kita jualan juga lewat ecommerce Tokopedia. Setelah tujuh bulan berjalan, so far so good meningkat sampai 270 persen atau 4x lipat. Tadinya hanya bisa kirim Jabodetabek, sekarang udah bisa keseluruh Indonesia. Tadinya orang tidak tau brand kita, jadi coba ,” tuturnya.

Saat ini, Mad Bagel telah berhasil menjual hingga 2.000 produk melalui Tokopedia Nyam.

Bukan hanya Mad Bagel, Dimsum 49 pun merasakan berkah dari berjualan melalui ecommerce di tengah pandemi. Muhammad Kautsar pendiri Dimsum 49 mengatakan penjualan meningkat hingga 90 persen atau sebesar hampir 2 kali lipat.

Sejak awal pandemi, Tokopedia menggencarkan kolaborasi dengan pegiat usaha lokal makanan dan minuman, salah satunya lewat kampanye Tokopedia Nyam.

“Kopi literan lokal, madu, makanan khas Korea seperti tteokbokki, camilan seperti pisang goreng madu hingga buah mangga menjadi produk paling diburu masyarakat selama kampanye ini berlangsung,” jelas AVP of Category Development for FMCG & Long Tail Categories Tokopedia, Jessica Stephanie Jap.

#elevate women