Diary Fimela: Citra Ovani Mengadu Nasib di Jakarta yang Kini Sukses Menjadi CEO

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Merantau ke Jakarta memang hal yang lumrah dilakukan, entah untuk mengejar pendidikan atau meniti karier di ibu kota. Sebagai perantau bukanlah hal mudah, perlu adaptasi, belum lagi masalah perekomonian. Meninggalkan zona nyaman demi mewujudkan impian dan cita-cita pun dilakukan Citra Ovani yang kini telah menjadi CEO & Founder HuntHire.

Sebelum menjadi seperti saat ini, Citra pun datang ke Jakarta dari Medan untuk bekerja di media sesuai dengan impiannya. Namun nasib berkata lain, Citra justru memilih menjadi pekerja kantoran di salah satu perusahaan recruitment. “Saya dari Medan, itu pun dari desanya.

Tapi punya cita-cita ke Jakarta untuk tujuan bekerja di media, karena memang sekolah juga di digital media. Jadi aku pikir harus bekerja di situ. Saat itu tahun 2010 daftar ke media tapi ngga ada yang cocok, terutama soal penghasilan. Karena saya harus bayar kost, kalau dihitung-hitung tidak cukup,” ujar Citra kepada Fimela.com melalui acara virtual Bukalapak “Jadi Pribadi yang Asertif & Hadapi Tantangan Dalam Membangun Karir”

Citra mengungkapkan pada saat itu hanya berpikir bagaimana caranya untuk membayar tempat tinggalnya. Maka dari itu, ia lebih memilih bekerja di bidang recruitment.

“Akhirnya saya ambilah the opprtunites sebagai recruiter di salah satu company karena salary yang ditawarkan saat itu bisa bayar uang kost, itu doang sebenernya yang dipikirkan. Terus saya pikir jalanin dulu ajan ih recruiter, nanti ada peluang balik lagi ke media. Tapi pas memulai saya jadi suka sama recruitment, cuma waktu itu tidak kepikiran kalo akan bikin recruitment agency sendiri. Hanya pernah berpikir untuk one day I have to got my own business karena saya tidak suka yang terikat banget sebenernya gitu,” ujarnya.

Namun, setelah kurang lebih delapan tahun berkarir dari tahun 2010. Citra memutuskan pindah perusahaan di tahun 2017. Sayangnya, tidak sampai satu bulan ia memilih resign karena tidak sesuai dengan dirinya.

Long story short setelah delapan tahun bekerja, akhirnya pindah ke satu company yang ternyata tidak cocok satu sama lain. Dan waktu itu berpikirnya gini, membuang waktu di tempat yang tidak membuat nyaman. Setiap ke kantor ada perasaan tidak semangat, jadi tidak mau waktuku lewat begitu saja. Jadi udahlah resign aja gitu, jadi waktu itu bahkan aku belum sebulan kerja di company itu,” ungkapnya.

Mulai membangun HuntHire

Citra Ovani CEO & Founder HuntHire/dok. Citra Ovani
Citra Ovani CEO & Founder HuntHire/dok. Citra Ovani

Saat resign, Citra sama sekali tidak memiliki plan B atau tidak ada planning sama sekali untuk memulai babak baru dalam hidupnya. Ia mengatakan ingin bisnis namun tidak ada modal.

I don’t have any planning, karena saya pekerja kantoran gajinya pas pasan aja gitu, bahkan waktu itu saya baru nikah terus kita kaya lagi nyicil rumah,” paparnya.

Namun, dari pengalamannya di bidang recruitment. Citra mulai berfikir untuk memulai bisnis di bidang yang ia kuasai tersebut.

“Tapi setelah resign walau belum punya planning, saya harus tegas juga sama diri sendiri, tidak bisa jadi istri rumah tangga saja, I have to do something else gitu. nah pilihannya ada di 2 pilihan I back to the profesional ini aku kan harus apply lamaran lagikan dari 0 dan biasanya kalo diposisi saya itu kalo udah gak kerja, udah jadi pertanyaankan kenapa di sana hanya satu bulan. Atau pilihan lainnya ialah bisnis yang saya paham adalah recruitment bussines gitu, karena sebelumnya memang dikasih opprtunity untuk melihat bagimana running ngebisnis,” ujarnya.

Nah setelah menjatuhkan pilihan untuk berbisnis, Citra mulai mengambil langkah selanjutnya. Seperti sering sharing kepada mentor, memiliki gambaran bisnis apa yang akan dijalani, hingga mencari investor.

“Saya mencari mentor, ikut ke kelas-kelas seminar untuk improving my knowledge. Sembari saya merencanakan bisnis si recruitment ini kaya apa diguide sama mentor, dan tidak ada modal tapi ternyata ada yang namanya investor. Jadi yang dilakukan adalah saya pitching ke investor,” paparnya.

Setelah menjalani itu semua, dalam waktu enam bulan Citra menemukan investor yang tertarik dengan bisnisnya. “Dari situ saya berfikir, ternyata kita harus lakukan dari pengalaman dan tau apa kelebihan kita. Untuk bisa ngejalanin dan assertive kepada diri sendiri bahwasanya jangan mundur gitu. Dan fight for it berarti proses dimana saya interview sana sini ya sama si investornya,” ujarnya.

Di tahun 2018, akhirnya Citra meluncurkan HuntHire sebuah recruitment agency untuk execuitive level. “HuntHire mengambil executive level jadi yang kami handle itu yang udah punya experience biasanya 3 tahun ke atas, nah kami hanya fokus di teknologi industry di Indonesia , teknolohgi startup ya yang lebih familiar. Jadi apa yang kami lakukan adalah sebagai recruitment agency, bekerja on behalf on client untuk kandidat yang diinginkan pindah keperusahaan mereka. Jadi harapannya si kandidat ini sudah siap bekerja dan berkontribusi pada perusahaan tersebut,” paparnya.

“Di 2019, satu tahun saya punya 15 consultant itu lumayan progressive yah. Progresnya lumayan positif. Sampai saat ini kami handle lebih dari 50 klien,” tambah Citra.

#elevate women