Diary Fimela: Dari Bekal Jadi Kedai, Cerita Sukses Futago Ya yang Bermula dari Bento Buatan Ibu

·Bacaan 5 menit

Fimela.com, Jakarta Orang Jepang dikenal gigih dalam melakukan segala usaha. Rupanya, hal ini juga berlaku bagi Yuka, Yuki, dan Kogi. Kakak beradik keturunan Negeri Matahari Terbit yang kini sukses di industri kuliner Jakarta, dengan mendirikan kedai Futago Ya. Kesuksesan saat ini tidak didapatkan secara instan. Berawal dari kisah ketiganya yang akrab dengan bento.

Bekal khas Jepang yang selalu dibuatkan oleh sang ibu untuk menemani aktivitas sehari-hari Yuki, Yuka, dan Kogi. Yuki bercerita jika sejak kecil, sang ibu selalu menyiapkan bekal untuknya dan saudara-saudarinya. "Pas kecil, gue selalu dibuatin bento dengan menu variatif, salah satu yang paling sering adalah onigiri," kenang Yuki.

Onigiri adalah makanan khas Jepang, yang dikenal nikmat dan praktis. Berbentuk nasi kepal dengan isian beragam dan dibungkus dengan rumput laut. Makanan ini sangat mudah dibuat, dan juga tidak akan pernah membosankan. Mengingat ke masa kecil, Yuki, Yuka, dan Kogi, adalah anak-anak aktif dengan segudang kegiatan. Salah satunya berlatih softball dan baseball.

Di sela-sela latihan, onigiri makanan yang selalu jadi alternatif untuk mereka santap di tengah jadwal yang padat. Bahkan tak jarang, teman-teman satu tim mereka memesan onigiri yang dibuat oleh sang ibu. Dan akhirnya, setiap ada bazaar di lapangan softball, sang ibu rajin berpartisipasi membuka booth, menjajakan onigiri.

Mulai merintis sejak 2007

Onigiri makanan khas Jepang yang jadi pembuka bisnis.
Onigiri makanan khas Jepang yang jadi pembuka bisnis.

Sejak tahun 2007, Yuki dan saudara-saudarinya juga rajin menjualnya ke teman-teman latihan dan berlanjut hingga mereka kuliah. Cerita Yuki. Melihat minat yang semakin besar, maka akhirnya di tahun 2011 ada kesempatan emas untuk membuka booth di salah satu mall yang saat itu baru buka di Senayan. Tepatnya, di F(X) Mall Jakarta.

Sang ibu mendiskusikan kepada Yuka, Yuki dan Kogi, tentang ide untuk mengambil booth kecil dan berjualan onigiri. Niatan ini disambut positif, dan akhirnya tercetus ide nama Onigiri Futago. Dengan branding Onigiri Futago, persiapan dimulai dari membuat logo, memikirkan operasional, marketing, dan lain sebagainya. Semua persiapan ini mereka lakukan sendiri.

Onigiri Futago berjalan, Yuki juga mengajak teman-teman untuk bekerja paruh waktu di Onigiri Futago. Namun, Yuka, Yuki, dan Kogi, masih turun langsung berjualan Onigiri Futago dan supervisi hal lainnya. Onigiri Futago terus berkembang dengan varian rasa yang semakin banyak, mulai dari Salmon Mayo, Salmon Teriyaki, Tuna Mayo, Chicken Teriyaki, dan rasa lainnya. Popularitasnya juga semakin naik.

Apalagi saat itu, sedak marak bazaar kuliner di Jakarta, dan Onigiri Futago rajin berpartisipasi dengan tujuan agar brand-nya semakin dikenal luas. Tiba di masa pandemi yang berpengaruh juga dengan Onigiri Futago, hingga akhirnya di tahun 2020, kedai pertama Onigri Futago di F(X) terpaksa harus tutup akibat pandemi. Tapi ini bukanlah hal yang membuat putus asa.

Tekad kuat berbuah kesuksesan

Pantang menyerah jadi kunci kesuksesan ketiganya.
Pantang menyerah jadi kunci kesuksesan ketiganya.

Dalam berbisnis, ketiganya memiliki visi, misi, dana tekad kuat untuk mengembangkan usaha keluarga yang telah dirintis. Dan di tahun 2019, Onigiri Futago mendirikan PT dengan nama PT Ryouri Karya Futago. Tak ketinggalan, mereka juga bergabung dengan MAKA Group untuk mendirikan impian mereka yaitu Futago Ya. Futago Ya hadir di tengah pandemi.

Meskipun keadaan masih tidak menentu (dikarenakan pandemi), namun mereka tetap optimis membuka Futago Ya. Sebuah kedai kecil mengedepankan makanan khas Jepang Indonesia, dengan menu-menu nikmat dan nyaman, dengan harga terjangkau. Futago Ya berlokasi di Blok M, lokasi yang dikenal dengan deretan restoran Jepang otentik maupun fusion. Futago Ya hadirkan menu Japindo, memadukan dua budaya yang melekat pada diri Yuka, Yuki dan Kogi, di saat kamu memasuki Futago Ya, maka kamu bisa merasakan rasa kekeluargaan dan hubungan yang erat dari kakak beradik ini.

Tembok Futago Ya dengan deretan kenangan masa kecil ketiganya.
Tembok Futago Ya dengan deretan kenangan masa kecil ketiganya.

Berelaborasi memperluas bisnis

Creamy Miso Udon, salah satu menu favorit di Futago Ya.
Creamy Miso Udon, salah satu menu favorit di Futago Ya.

Kedai yang didominasi kayu, mencirikan kedai khas Jepang. Tak hanya itu saja, keunikan lain yang dihadirkan adalah para tamu bisa merasakan bagian dari masa kecil ketiganya. Di mana, deretan memorabilia dari momentum penting seperti jersey softball dan baseball yang sudah jadi bagian dari hidup mereka, foto-foto saat kecil, dan benda koleksi lainnya. Futago Ya sendiri memiliki menu andalan yakni Creamy Miso Udon. Udon khas Jepang disertai daging brisket dengan kuah creamy yang terinspirasi dari Sop Kaki Kambing dan paduan sambal matah, yang merupakan sambal favorit dari Yuka. Ada juga Brisket Don, Oyakodon, Gyoza Don.

Aneka Gyoza, dan tak ketinggalan Onigiri telah jadi favorit bagi banyak orang. Keunikan lainnya dari Futago Ya adalah mereka hadirkan makanan Halal dan juga menyediakan beer Halal. Jadi, siapapun bisa menikmati menu makanan dan minuman yang disajikan. Agar proses berjualan bisa berjalan lancar, Futago Ya juga memiliki dapur produksi di Pasar Santa. Seluruh proses produksi dibuat di sana agar prosesnya lebih efisien dan operasional kedai lebih efektif.

Kesuksesaan Yuki, Yuka, dan Kogi, tentu buah dari hasil kerja mereka. Mengingat berbisnis dengan saudara bukanlah hal yang mudah. Bagi Yuki dan dua saudaranya, mereka harus memiliki peran masing-masing agar bisa menjalankan tugas dengan baik, dan penuh tanggung jawab. Dan yang terpenting, harus turunkan ego, agar bisnis bisa tetap berjalan tanpa merusak persaudaraan. Saat ditanya bagaimana agar bisa tetap bertahan hingga saat ini dan apa rencana kedepannya? Yuki menjawab jika masih banyak hal yang harus dilakukan kedepannya, mewujudkan ide-ide untuk direalisasikan.

"Kedepannya masih ada sejumlah rencana yang mau kita lakukan. Nah kunci agar tetap bisa bertahan juga sangat penting buat diketahui, intinya di saat udah mau nyerah, pikir lagi aja gimana susahnya dan perjuangan untuk mencapai titik saat ini. Dengan cara ini, pasti jadi semangat lagi." Pungkasnya. Dan kini, sebanyak 150 Onigiri terjual setiap harinya, dan 300 lebih mangkuk Creamy Miso Udon setiap bulannya. Kisah Yuk, Kogi, dan Yuka, adalah inspirasi bagi untuk kita semua yang sedang merintis usaha. Apapun itu, jika dilakukan penuh komitmen, maka sukses pasti bisa diraih. Jalani saja prosesnya, dan jadikanlah kesalahan sebagai pelajaran, agar di kemudian hari bisa semakin sempurna.

Bagi Sahabat Fimela yang penasaran untuk mencoba Creamy Miso Udon, Onigiri, atau menu lainnya, kamu bisa kunjungi langsung Futago Ya, dan tersedia juga di aplikasi online GoFood dan GrabFood.

#Elevate women