Diary Fimela: Kisah Perjalanan Myrna Soeryo Menemukan Jati Diri Melalui Puisi Usai Menjanda

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Beragam tantangan kerap dihadapi oleh para perempuan yang menjanda. Apa pun kisah awalnya akan selalu ada lika-liku yang rasa-rasanya menanti. Di dalam momentum Hari Janda Internasional, yang jatuh setiap tanggal 23 Juni setiap tahunnya, Myrna Soeryo, seorang jandapreneur dan praktisi komunikasi, meluncurkan buku kumpulan puisi pertamanya berjudul The Dark Alley (Lorong Gelap).

Begitu juga dengan pengalaman yang dialami oleh Myrna Soeryo yang harus memalui proses perceraian dalam pernikahannya dan akhirnya resmi menjanda. Myrna pun mampu bangkit dan sukses menjadi single mom sambil terus berkarir. Sangat inspiratif!

Buku yang dimulai proses kreatifnya pada saat awal pandemi di tahun lalu, juga menggambarkan bagaimana suatu relasi beracun dapat terulang kembali dengan pola yang sama, bila tidak dapat sepenuhnya dimaafkan dan dilupakan.

“Buku ini menceritakan pengalaman saya ketika berada di suatu relasi beracun. Bagaimana saya jatuh bangun dan berjuang, berusaha menemukan jati diri saya sendiri dan memberanikan diri untuk keluar dari relasi beracun. Terbagi dalam tiga bab, tiap bab bercerita saat saya merasa hancur dan berada di titik terendah dalam hidup, mengulang pola relasi beracun yang sama dan akhirnya menemukan jati diri, termasuk mencintai diri saya sendiri sepenuhnya,” ucap Myrna dalam keterangan tertulisnya.

Dilansir dari rilis yang diterima oleh Fimela.com, pada saat peluncuran buku, Marlin Siahaan, mantan Country Manager dari Google-Waze Indonesia dan Eurekawomen host, berujar, ”Kita bisa merasakan kekuatan seorang Myrna melewati berbagai fase kehidupannya terutama perjuangan mendalami arti cinta. Ketika kehilangan cinta menjadi proses untuk menemukan arti kekuatan cinta yang sesungguhnya, untuk dirinya maupun untuk mencintai Tuhan atau orang di luar dirinya lebih dewasa lagi, bahkan hingga akhirnya menemukan ketenangan hidup dengan kekuatan cinta yang melekat pada diri dalam melewati berbagai rintangan”.

The Dark Alley akan menjadi buku pertama dari trilogi buku puisi bertemakan cinta, yang akan diluncurkan oleh Myrna.

The Dark Alley

The Dark Alley by  Myrna Soeryo
The Dark Alley by Myrna Soeryo

“Membaca Dark Alley seperti menyusuri kembali lorong gelap di mana saya pernah berada. Secara indah Myrna menuntun saya pada kisahnya, yang saya percaya dialami juga oleh banyak perempuan. Terima kasih sudah mengingatkan bahwa kalau kamu terus berjalan, ada cahaya di ujung sana,” ujar Mia Amalia, penulis buku The Single Moms dan penulis skenario.

Myrna berharap buku ini bisa menjadi sumber inspirasi buat janda-janda lainnya dan perempuan-perempuan yang sedang berada di lorong gelap mereka. “Buku ini, saya dedikasikan untuk para janda dan perempuan yang sedang berada di masing-masing lorong gelap mereka, agar tidak terus terpuruk dalam lorong gelapnya, tetapi terus melangkah maju, untuk menemukan cahaya”.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel