Diary Fimela: Melesatnya Bisnis Kuliner Cokelat Jelang Hari Raya Idul Fitri

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Pandemi COVID-19 memang memberikan dampak yang cukup signifikan bagi bisnis kuliner. Namun jelang momen besar seperti Hari Raya Idul Fitri, industri kuliner mengalami pemulihan akibat adanya kebutuhan konsumsi dan hantaran Lebaran.

Salah satu bisnis kuliner yang cukup ramai adalah kuliner cokelat yang menjadi alternatif hantaran Lebaran di masa pandemi COVID-19. Tekstur yang lembut dan enak di lidah membuat cokelat tidak kehilangan penggemar setianya.

"Minat konsumen akan cokelat tidak diragukan lagi. Berbagai menu makanan maupun minuman yang menggunakan bahan cokelat terbukti laris manis di pasaran. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, sehingga mereka memilih cokelat sebagai usaha yang cukup menguntungkan,” papar Sri Utami, Marketing Manager PT Gandum Mas Kencana selaku produsen cokelat Colatta.

Bersaing dengan cokelat impor, tidak membuat bisnis lokal seperti Colatta kehilangan semangat untuk mengembangkan inovasi produk. Berbagai kreasi unik baik dari segi kemasan maupun produk yang beragam serta rasa cokelat yang berpadu dengan bahan lainnya, terus dikreasikan oleh para pelaku usaha UMKM.

Bahan baku berkualitas

Jelang hari Raya Idul Fitri, bisnis kuliner seperti cokelat makin melesat di masa pandemi COVID-19 (Foto: Colatta)
Jelang hari Raya Idul Fitri, bisnis kuliner seperti cokelat makin melesat di masa pandemi COVID-19 (Foto: Colatta)

Terlepas dari kreasi unik dan inovatif, ada beberapa hal penting yang menjadi prioritas untuk memastikan usaha sukses di pasaran. Salah satunya adalah pemilihan bahan baku. Bahan baku yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam menjalankan usaha berkelanjutan.

“Bahan baku cokelat yang umum digunakan adalah cokelat compound. Cokelat compound merupakan cokelat yang banyak diminati dan digunakan di pasar Indonesia. Dikarenakan suhu di Indonesia yang termasuk ke dalam iklim tropis, cokelat jenis compound lebih tahan dalam suhu ruang dan mudah digunakan. Untuk biaya produksi kue berbasis cokelat compound sangat terjangkau sehingga pelaku usaha bisa memiliki margin yang cukup besar,” ungkap Sri Utami yang akrab disapa Uut.

Variasi cokelat yang paling fleksibel untuk dikreasikan adalah dark chocolate Collata Dark Compound. Produk ini memiliki rasa cokelat yang cukup kuat dan tidak butuh penanganan khusus untuk menggunakannya. Cukup dilelehkan dengan teknik tim atau au bain marrie, cokelat kemudian siap dikreasikan menjadi berbagai aplikasi menarik.

Colatta Dark Compound merupakan ¬produk buatan Indonesia dari PT GMK yang banyak direkomendasikan untuk membuat ragam kreasi makanan karena mudah digunakan pada berbagai kue, aplikasi cetak, lapis dan isian serta dapat dipanaskan berulang kali dengan hasil akhir tetap mengkilap. Colatta Dark Compound tersedia dalam bentuk blok, chip, dan button yang sudah bersertifikat halal, tersertifikasi ISO 9001, ISO 22000, dan HACPP.

Terus berkreasi

Jelang hari Raya Idul Fitri, bisnis kuliner seperti cokelat makin melesat di masa pandemi COVID-19 (Foto: Colatta)
Jelang hari Raya Idul Fitri, bisnis kuliner seperti cokelat makin melesat di masa pandemi COVID-19 (Foto: Colatta)

Tinar Bakery menjadi salah satu pelaku usaha UMKM yang memulai usaha di bidang kue dan menggunakan cokelat dari Colatta. Menurutnya, Colatta Dark Compound memiliki tekstur yang enak dibuat chocolate ganache. Warna yang mengkilap dengan kombinasi rasa bittersweet yang pas, memberikan hasil yang pas saat diparut.

“Kuncinya terus berinovasi dalam berkreasi untuk menarik hati penikmat cokelat. Bentuk cokelat, cookies dan cake menjadi out of the box lalu kemas dengan packaging yang menarik. Daya jual tentu akan semakin meningkat,” saran Tini yang berhasil meningkatkan pesanan 100% lebih banyak dibanding hari biasa.

Selain inovasi, gunakan strategi pemasaran yang tepat untuk mendukung penjualan. Teknologi digital bisa menjadi pilihan untuk mengenalkan kreasi produk cokelat hingga ke berbagai daerah untuk menjangkau peluang pasar yang lebih luas.

Jelang hari Raya Idul Fitri, bisnis kuliner seperti cokelat makin melesat di masa pandemi COVID-19 (Foto: Colatta)
Jelang hari Raya Idul Fitri, bisnis kuliner seperti cokelat makin melesat di masa pandemi COVID-19 (Foto: Colatta)

Simak video berikut ini

#Elevate Women