Diary Fimela: Sebarkan Budaya Ramah Lingkungan, Elizabeth Hadirkan Activewear dari Daur Ulang Botol Plastik Bekas

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Meskipun pandemi menyebabkan tingkat mobilitas dan kegiatan produktif menjadi rendah, tetapi terdapat sisi positif yang dapat kita petik dari keadaan ini. Berada di rumah hampir sepanjang waktu, membuat kita dapat merefleksikan keadaan diri dan sekitar. Hal ini juga dapat meningkatkan kesadaran kita tentang kehidupan ramah lingkungan, seperti menggunakan produk-produk dengan bahan daur ulang.

Budaya sustainable living atau hidup ramah lingkungan memberikan kita solusi untuk peduli terhadap keselamatan sumber daya alam. Sustainable living telah memampukan kita untuk memperoleh produk-produk yang ramah lingkungan dan menghemat penggunakan produk yang berpotensi meninggalkan jejak karbon. Hal ini dapat dengan mudah kita lakukan dengan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Seperti yang tercermin pada bisnis yang dijalankan oleh Elizabeth.

TERKAIT: Ciptakan Nuansa Ramah Lingkungan dengan Perabot Rumah Tangga Asal Thailand

TERKAIT: Tempat Hangout dan Belanja Terbaru di Jakarta dengan Konsep Ramah Lingkungan

TERKAIT: Skincare Ramah Lingkungan dan Ramah Kantong dengan Sheet Mask Vegan

Elizabeth merupakan seorang pemilik bisnis activewear atau pakaian olahraga. Menyukai industri fashion sedari dulu, Elizabeth pun memutuskan untuk membuka Better Tomorrow. Di samping ketertarikannya kepada industri fashion, ia juga memiliki visi untuk meningkatkan budaya hidup ramah lingkungan. Yang membuat munculnya ide untuk menghadirkan pakaian olahraga dari bahan daur ulang.

Pandemi meningkatkan kesadaran akan keselamatan lingkungan

Better Tomorrow menggunakan bahan poliester dari daur ulang botol plastik (Instagram/wearbtrtmr)
Better Tomorrow menggunakan bahan poliester dari daur ulang botol plastik (Instagram/wearbtrtmr)

Menjalani pandemi telah meningkatkan kesadaran Elizabeth, baik dalam segi kesehatan diri dan lingkungan. Sejak pandemi melanda, ia mengaku bahwa kegiatan berolahraganya kian meningkat. Hal ini juga memunculkan ide baginya untuk menghadirkan baju olahraga dengan bahan yang ramah lingkungan.

Sebelumnya, ia menyatakan bahwa ia menjadi bagian dari pembeli fast fashion atau pecandu fashion mode cepat. Hal ini membuatnya tersadar bahwa budaya ini dapat memberi dampak negatif pada lingkungan, sehingga ia memutuskan untuk bertransformasi menjadi seorang conscious spender atau seorang yang sadar akan apa yang ia beli dan gunakan.

“Pandemi ini dengan waktu yang bersamaan, membuat aku juga menjadi lebih peduli akan kesehatan baik fisik maupun mental, dan juga lebih peduli akan lingkungan sekitar. Dua hal ini membuat aku ingin mencari cara untuk menggabungkan passionku dalam bidang fashion sekaligus membantu lingkungan sekitarnya,” ujar Elizabeth (24/09)

Menghadirkan Better Tomorrow, ia pun secara matang menyusun rencana dan strategi bisnisnya. Sebelum diluncurkan pada Juni lalu, ia telah merancang Better Tomorrow selama kurang lebih satu tahun. Yang akhirnya membuahkan ide baginya untuk menghadirkan pakaian olahraga dengan bahan daur ulang dari botol plastik bekas.

Menghadirkan fashion yang menomorsatukan komunitas

Varian produk Better Tomorrow hadir dengan warna yang bervariatif (Instagram/wearbtrtmr)
Varian produk Better Tomorrow hadir dengan warna yang bervariatif (Instagram/wearbtrtmr)

Better Tomorrow pun menjadi brand fashion yang mengedepankan strategi bisnis komunitas. Di mana Elizabeth ingin menghadirkan hal yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki makna lebih kepada komunitasnya. Ia tidak ingin bisnisnya menjadi bisnis yang hanya memperoleh profit semata, ia ingin memberi dampak baik bagi komunitas dan lingkungannya.

Dalam perjalanannya memantapkan bisnis fashion daur ulang, Elizabeth tentu dihadapkan dengan tantangan yang membuatnya terus berinovasi. Untuk dapat menghadirkan pakaian olahraga dengan bahan daur ulang, ia pun tak berhenti melakukan riset terhadap produknya.

“Aku awalnya tidak tahu tentang adanya baju olahraga yang terbuat dari botol plastik bekas. Namun, setelah melakukan riset, serta mencari manufacturer di Indonesia yang bisa membuatnya, aku akhirnya menemukan solusi, gimana biar bisa memproduksi baju dari bahan daur ulang,” jelas Elizabeth.

Melewati tantangan tersebut membuatnya banyak belajar. Hingga akhirnya ia dapat menghadirkan brand fashion dengan bahan yang memiliki sertifikat STANDAR 100 oleh OEKO-TEX dan Standar Daur Ulang Global. Ia juga ikut melibatkan para pabrik lokal untuk turut mendukung industri fashion lokal.

Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kehidupan ramah lingkungan

Better Tomorrow memiliki visi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kehidupan ramah lingkungan (Instagram/wearbtrtmr)
Better Tomorrow memiliki visi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kehidupan ramah lingkungan (Instagram/wearbtrtmr)

Di samping menghadirkan pakaian olahraga dengan bahan yang ramah lingkungan, Better Tomorrow juga terus mengedukasi komunitasnya terhadap pentingnya memedulikan keselamatan lingkungan. Hal ini Elyzabeth lakukan untuk mengurangi dampak negatif dari industri fast fashion. Ia pun terus menyebarkan informasi mengenai bahaya dampak fast fashion, baik untuk lingkungan sekitar dan pekerja.

Better Tomorrow, seperti namanya, Elizabeth ingin mendorong masyarakat Indonesia untuk mengusahakan hari esok yang lebih baik. Dengan cara menggunakan produk yang ramah lingkungan, para konsumen telah membantu untuk meningkatkan keselamat lingkungan dari dampak negatif oleh fast fashion. Di samping itu, budaya berolahraga juga dapat menjadi faktor positif untuk kesehatan mental dan fisik masyarakat,

Bersama Our Better People, sebutan untuk pelanggan Better Tomorrow, Elyzabeth ingin meningkatkan koneksinya dan memberi makna lebih terhadap pentingnya sustainable living, terutama di bidang fashion. Ia berharap dengan Better Tomorrow, dirinya bisa mengajak masyarakat untuk pintar dalam mengonsumsi produk serta lebih peduli dengan lingkungan. Ke depannya ia berharap dapat memproduksi pakaian olahraga untuk pria serta membawa nama brandnya ke mancanegara.

“Dalam meningkatkan budaya sustainable living, dapat kita mulai dari hal-hal yang simpel. Seperti mengurangi penggunaan plastik, listrik serta membeli baju dan produk yang ramah lingkungan. Kadang kita tidak sadar tapi upaya-upaya kecil yang kita lakukan bisa berdampak besar bagi lingkungan kita. Let’s start from us and let’s be the better people for a better tomorrow,” tutup Elizabeth.

Penulis: Meisie Cory

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel