Diary Fimela: Sukses Rintis Warung Sayur Sendiri dengan Meninggalkan Gengsi

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Memiliki bisnis warung sayur kerap diremehkan banyak orang. Menganggap warung sayur tidak dapat menghasilkan keuntungan yang besar. Namun stigma ini justru dipatahkan Kathrina, perempuan berusia 24 tahun asal Makassar.

Akrab dipanggil Thina, perempuan ini memilih meninggalkan pekerjaan sebagai karyawan kafe di Makassar dan merintis bisnis warung sayur orangtua yang nyaris gulung tikar. Terlebih, Thina merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang merasa memiliki tanggung jawab lebih terhadap keluarga.

TERKAIT: Diary Fimela: Penjual Sayur Raih Omset hingga Rp18 Juta Sehari Berkat Digitalisasi

TERKAIT: 5 Cara Mengolah Sayuran Jadi Minuman Menyehatkan

TERKAIT: Hari Tani Nasional, Belanja Sayur yang Aman di Masa Depan Melalui Aplikasi

Thina berhasil merintis warung sayur dengan nama Sayuran Mama Thina yang kini membuka lapak di Pasar Tradisional Hartaco, Parang Tambung, Makassar. Padahal, Thina sempat merasa malu dan gengsi menjalani bisnis orangtuanya yang dinilai tidak menjanjikan.

“Awalnya sempat malu dan gengsi karena sering bertemu dengan mantan rekan kerja saat berjualan. Ditambah lagi mayoritas penjual di pasar merupakan ibu-ibu. Tapi niat saya berjualan kan untuk membantu orang tua, dan selama pekerjaan yang kita jalani benar dan halal, kenapa harus malu,” ungkap Thina.

Terdampak PPKM

Tutup mata akan gengsi, Thina sukses dirikan warung sayur di tengah pandemi (Grab Indonesia)
Tutup mata akan gengsi, Thina sukses dirikan warung sayur di tengah pandemi (Grab Indonesia)

Dengan tekad yang kuat, Thina menjalani hari-harinya dengan giat berjualan berbagai jenis sayuran yang dipasok langsung dari petani di Kabupaten Gowa. Tidak hanya sayur, Thina pun menjual kebutuhan pokok, seperti beras, gula, kopi dan kebutuhan dapur lainnya.

Meski mempromosikan barang dagangannya dengan cara konvensional dari mulut ke mulut, dalam waktu sebulan, Thina mampu meraup pendapatan hingga jutaan rupiah.

Di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini cukup berdampak pada penjualan sayur Thina. Melihat kondisi tersebut, Thina segera mencari solusi dan beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi melalui platform digital seperti Grab untuk memastikan keberlangsungan usahanya.

Meski adanya Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang oleh pemerintah sehingga mobilitas masyarakat masih terbatas, maka berbelanja secara daring menjadi solusi bagi siapa pun yang ingin tetap berbelanja tanpa harus keluar rumah.

Raih omzet besar

Tutup mata akan gengsi, Thina sukses dirikan warung sayur di tengah pandemi (Grab Indonesia)
Tutup mata akan gengsi, Thina sukses dirikan warung sayur di tengah pandemi (Grab Indonesia)

”Sayuran Mama Thina tetap bisa memenuhi kebutuhan dapur masyarakat setiap hari melalui layanan GrabMart, tidak hanya bagi saya namun juga untuk pelanggan saya. Hanya lewat telepon genggam, orang sudah bisa belanja sayur-mayur dari warung saya," sebut Thina.

Thina mengakui bahwa jualannyamakin laris setelah memasukkan warung sayurnya ke GrabMart. Setiap hari, Thina bisa menerima hingga 40 pesanan dengan omzet yang mencapai lima kali lipat dibandingkan sebelumya. Dengan omzet sebesar ini, Thina berencana untuk membuka warung kedua.

"Selain untuk modal membuka warung yang kedua, keuntungan yang saya dapatkan ini juga akan dipakai untuk merenovasi rumah orang tua saya,” ungkapnya.

Dengan menjalankan bisnis ini, orangtua Thina selalu menekankan dua hal, yakni pelayanan yang baik kepada pelanggan dan mempertahankan kualitas produk. Sehingga pelanggan akan kembali lagi untuk berbelanja di warungnya.

Simak video berikut ini

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel