Dibacoki Hingga Tewas, Senjata Pasukan Elite Kostrad TNI Dicuri

·Bacaan 1 menit

VIVA – Prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari batalyon pasukan elite Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) diserang orang tak dikenal di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Satu prajurit TNI atas nama Prajurit Dua (Prada) Ardi Yudi Ardiyanto gugur dalam penyerangan itu, dia menghembuskan napas terakhir di lokasi penyerangan akibat mengalami luka parah.

Sedangkan satu prajurit TNI lainnya bernama Prajurit Kepala (Praka) Alif dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Dari informasi yang diterima VIVA Militer, Selasa 18 Mei 2021, pelaku menyerang kedua prajurit pasukan elite Kostrad TNI itu dengan senjata tajam, kedua korban dibacoki.

Setelah membacoki secara sadis hingga kedua korban terkapar meninggal dan kritis, pelaku mencuri senjata api milik kedua korban. Yakni senjata laras panjang jenis SS2 V1 kaliber 5,56.

Usai mencuri senjata, pelaku melarikan diri ke hutan. Sampai saat ini pengejaran terus dilakukan TNI dan diduga kuat pelaku merupakan anggota kelompok separatis bersenjata OPM Papua.

Kedua prajurit TNI tersebut merupakan personel dari Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 432/Waspada Setia Jaya dari Brigif Para Raider 3/Tri Budi Mahasakti, Divisi 3 Kostrad.

Perlu diketahui, Yonif PR 432/WSJ sudah lebih dari delapan bulan berada di Papua untuk menjalankan operasi dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan).

Batalyon yang dipimpin Mayor Inf Agus Priyo Pujo Sumedi ini diberangkatkan pada 22 Agustus 2020 dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Makassar dengan menggunakan KRI Bintuni.

Baca: Prajurit Pasukan Elite Kostrad TNI Gugur Dibacok Orang di Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel