Dibagi menjadi 4 tier, Hiko beberkan daftar agent Valorant favoritnya

Verdi Hendrawan
·Bacaan 4 menit

Kapten tim Valorant 100 Thieves yang juga merupakan mantan pro player Counter-Strike: Global Offensive (CS: GO), Spencer “Hiko” Martin, mengungkapkan daftar agen Valorant favoritnya. Bahkan ia telah membagi 11 agent yang ada ke dalam empat tier berbeda untuk pertandingan kompetitif.

Sebagai dasar dari pembentukkan tim Valorant 100 Thieves, Hiko kini telah menyusun daftar roster untuk mengikuti turnamen T1 x Nerd Street Gamers Valorant Showdown pada akhir pekan lalu.

Melalui turnamen tersebut, Hiko pun kini telah membuat daftar tier dari 11 agent Valorant saat ini berdasarkan kemampuan “yang paling menguntungkan tim Anda, dan memiliki jumlah pick tertinggi dalam pertandingan profesional, setidaknya di Amerika Utara.”

Berikut daftar agent Valorant berdasarkan tier versi Hiko:

S-tier: Sage, Cypher, dan Brimstone

Menurut Hiko, agent Sage dan Cypher yang memiliki jumlah pick mencapai 90%, adalah yang paling banyak digunakan dalam turnamen, termasuk di T1 x Nerd Street Gamers Valorant Showdown.

Meski Team SoloMid (TSM) yang menjadi juara di turnamen tersebut tidak pernah memilih Sage, Hiko percaya bahwa agent ini sangat penting dalam META saat ini. “Kemampuan heal, walls, dan ultimate (Resurrection) adalah hal yang paling penting. Semua itu dapat mengubah situasi permainan,” ucap Hiko.

Kemudian Hiko menunjukkan bahwa Cypher sangat pandai dalam mengendalikan Site seorang diri. Namun, kemampuannya akan lebih baik bagi tim Attacker. “Cypher sangat kuat untuk mengamankan flanks, memberikan informasi dengan kameranya dan ultimate-nya (Neural Theft),” tutur Hiko. Skill Tripwires milik Cypher sangat sempurna untuk mendapatkan informasi mengenai posisi tim Defender yang mencoba melakukan push melalui bagian lain di map.

Sage dan Cypher memang telah diterima banyak pihak untuk menjadi salah satu pilihan utama. Namun, Hiko juga menempatkan Brimstone di S-Tier. Hal ini cukup aneh karena agent tersebut belum pernah digunakan oleh para pemain pro.

“Sky Smokes-nya mungkin bisa dibilang sebagai smoke terbaik dalam permainan dan dia memiliki kemampuan untuk bertarung dengan Incendiary dan Orbital Strike ultimate,” tutur Hiko.

Namun di sisi lain, Hiko mengatakan bahwa Brimstone mungkin salah satu agen yang paling tidak menyenangkan untuk dimainkan.

A-tier: Omen, Sova, Raze

Menurut Hiko, kemampuan Dark Cover milik Omen adalah hal yang membuatnya menjadi pilihan penting bagi setiap tim untuk melawan Operator. “Saya benar-benar berpikir bahwa Omen melihat begitu banyak permainan karena Anda perlu smoke-nya. Flash-nya juga bagus. Skill ultimate (From the Shadow)-nya bagus untuk mendapatkan informasi,” kata Hiko.

“Bermain-main dengan Recon Arrows milik Sova sebagai sebuah tim dan menggunakan Ultimate Fury Hunter-nya untuk mendapatkan kill cepat adalah apa yang membuat Sova berada di A-tier,” kata Hiko. Juga, sebagian besar pemain profesional menggunakan Shock Bolt milik Sova untuk membersihkan perangkap Cypher. Hiko juga menunjukkan bahwa Sova adalah lawan yang sulit untuk Cypher dan Viper.

Anehnya, Hiko juga menempatkan Raze di A-tier. Menurutnya, skill yang dimiliki agent ini sangat bagus dalam mengendalikan sebuah spot dan memberikan damage pada META saat ini. Mirip dengan Sova, Raze juga dapat dengan mudah membersihkan perangkap milik Cypher dengan Blast Pack dan Paint Shells-nya.

B-tier: Breach, Jett, Phoenix

Hiko menempatkan Breach, Jett, dan Phoenix di B-tier. Hiko percaya bahwa Breach sangat bagus sebagai agent, tetapi jika memiliki kesempatan untuk memilih agent-agent dari S-tier dan A-tier, tidak dapat dibenarkan untuk memilih Breach.

Sementara itu, Jett adalah pilihan yang baik untuk mendapatkan keuntungan bersama Operator. Dengan mengutip perkataan Matius “Wardell” Yu dan Tyson “TenZ” Ngo tentang cara menggunakan agent ini dengan benar, Hiko menambahkan: “Anda selalu bisa mendapatkan bidikan gratis bersama Operator, lalu gunakan Tailwind untuk memposisikan dirimu.”

Hiko tidak berpikir bahwa Phoenix memiliki manfaat yang sama besar jika dibandingkan dengan agen lain, kecuali untuk skill Run it Back ultimate-nya. Jika Phoenix mendapatkan banyak kill dan menggunakan banyak ultimate-nya, maka hal ini bisa menjadi game-changer bagi tim. Hiko juga menyebutkan bahwa Taylor “drone” Johnson telah memamerkan bagaimana Phoenix dapat menjadi agen yang layak dalam META saat ini.

C-tier: Reyna, Viper

Di tier terakhir ini, Hiko menempatkan Viper dan Reyna. Hiko yakin Viper memiliki potensi untuk menjadi agent yang baik, tetapi banyak orang yang belum tahu bagaimana cara memainkannya.

Sedangkan untuk Reyna, dia mengatakan bahwa Leer-nya mungkin merupakan flash terbaik yang ada di dalam permainan. Namun di level pro, Anda tidak bisa berharap kepada Reyna untuk mendapatkan kill dan membuat tiga perempat dari kit-nya tidak berguna.

BACA JUGA: Karena pemain bisa menembus tembok, map Haven VALORANT dinonaktifkan