Dibantai ManCity, Liverpool Menyerah Kejar Trofi Premier League

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 2 menit

VIVALiverpool disinyalir menyerah dalam perburuan gelar juara Premier League musim ini. Manajer Liverpool, Juergen Klopp pun menegaskan, target utama mereka kini hanya mengincar posisi empat besar, atau zona Liga Champions.

Seperti diketahui, The Reds dibantai Manchester City 1-4 di Anfield dalam lanjutan Premier League, Minggu 8 Februari 2021. Kekalahan ini membuat The Reds tertinggal 10 poin dari ManCity asuhan Pep Guardiola.

Situasi ini membuat Liverpool mengalihkan fokus. Klopp sekarang fokus untuk mengamankan posisi empat besar, dan mencoba memenangkan Liga Champions. "Itu target utama kami, itu jelas," kata Klopp dilansir SkySports.

"Kami akan mencoba segalanya. Ada cukup banyak pertandingan yang akan dimainkan untuk mengamankan itu (posisi empat besar), tetapi kami harus memenangkan pertandingan satu persatu," lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.

Liverpool memang terlihat tidak berdaya saat ditaklukkan ManCity di laga akhir pekan lalu. Liverpool sejatinya berhasil menahan gempuran ManCity di babak pertama. Namun, di babak kedua pertahanan mereka runtuh dan kebobolan 4 gol.

Ilkay Guendogan mencetak gol pertama pada menit ke-49. Liverpool berhasil menyamakan kedudukan 14 menit kemudian dengan penalti Mohamed Salah. Tragis, Alisson Becker melakukan dua kesalahan fatal.

ManCity berbalik unggul 3-1 lewat gol kedua Guendogan dan Raheem Sterling. Phil Foden menutup pesta gol 4-1 ManCity yang mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen sementara Premier League.

Kekalahan ini melahirkan sejumlah fakta mengenaskan bagi Liverpool. Pasukan Juergen Klopp tercatat sebagai juara bertahan terburuk dalam sejarah Premier League. Kok bisa? Berikut rangkumannya dilansir Opta:

Liverpool menjadi juara bertahan pertama setelah Chelsea yang pada Maret 1956 silam mengalami tiga kekalahan kandang beruntun. Tragis. Rekor buruk Chelsea itu pun diulangi Liverpool di musim ini.

Liverpool benar-benar berbeda musim ini. Buktinya mereka cuma mengumumpulkan 40 poin dari 23 pertandingan. Raihan itu 27 poin lebih sedikit dari musim lalu (67). Penurunan ini menjadi yang terbesar oleh juara bertahan dalam sejarah.

Liverpool hanya bisa menang 2 kali dalam 9 laga terakhirnya di Premier League (seri 3 kalah 4). Liverpool cuma menang sekali dalam 7 laga terakhirnya melawan City di semua kompetisi (seri 3 kalah 3).