Dibantai Persela 9-1, Ruang Ganti Pemain PSPS Hening Seperti Kuburan

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Palti

TRIBUNNEWS.COM –- Kata-kata minta maaf langsung mengucur dari mulut pelatih carateker PSPS, Afrizal. kala dihubungi Tribun Pekanbaru (Tribunnews.com Network), Rabu malam (12/6/2013), usai pertandingan Persela vs PSPS. Afrizal mengakui sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kekalahan memalukan dari Persela itu.

"Saya pribadi minta maaf kepada masyarakat Pekanbaru atas kekalahan memalukan ini. Saya yang bertanggungjawab. Jangan salahkan pemain," kata Afrizal pada Tribun Pekanbaru (Tribunnews.com Network).

Rabu sore, PSPS melakoni laga ke 24 musim ini dengan menyambangi Stadion Surajaya, Lamongan untuk menantang Persela Lamongan. Hasilnya, PSPS kalah telah dengan skor yang sangat mencengangkan 9-1.

Skor 9-1 ini sejauh ini menjadi skor paling besar di kompetisi ISL musim ini. Beberapa pihak bahkan menilai ini akan menjadi skor tersebesar musim ini. Akibat skor yang mencolok ini, Afrizal menceritakan, saat meninggalkan stadion dan memasuki ruang ganti, pemain PSPS diam semua. Suasana hening pun tercipta di dalam ruang ganti tersebut. "Seperti kuburan ruang ganti kita tadi. Senyap semuanya," katanya.

Diakui Afrizal, inilah hasil kemampuan anak asuhnya. Para pemain, katanya, juga sudah memberikan hasil yang maksimal walau skornya sangat susah untuk diterima.

Dari pertandingan tersebut, kata Afrizal, permainan PSPS dengan Persela sangat jauh berbeda. Seluruh lini, pemain PSPS kalah dari tuan rumah. Afrizal bahkan menyebut PSPS berada dua level dibawah Persela.

Stamina pemain PSPS yang rendah juga ikut menyumbang kekalahan tersebut. Absennya playmaker asing milik PSPS Camara juga mempengaruhi permainan PSPS.

"Simpelnya, tanpa mengurangi perjuangan para pemain, pemain kita saat ini belum selevel untuk ISL. Masih butuh banyak belajar," tutur Afrizal.

Sebenarnya, PSPS sudah menduga Persela akan menguasai jalannya pertandingan. Sebab tipikal permainan Persela memang demikian. Jajaran pelatih sendiri sudah menyiapkan strategi untuk menangkal serangan Persela akni permainan defensif.

Namun ternyata strategi defensif tersebut tidak berjalan dengan bagus. Alih-alih ingin bertahan agar bisa menahan imbang Persela atau berharap sedikit gol tercipta, justru PSPS kalah dengan skor telak.

Mengenai strategi yang gagal ini, Afrizal mengatakan pemainnya banyak melakukan kesalahan. Passing yang tidak benar, pergerakan bola tidak bagus, gampang dilewati lawan dan lainnya. "Pemain tidak mengikuti intruksi kita," ucapnya.

Tak ingin larut berlama-lama dalam kesediahan atas kekalahan yang diderita dari Persela, Afrizal menhgatakan pihaknya akan segera mempersiapkan diri menantang Pesepam United nantinya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.