Dibantu ahli reptil Australia, buaya berkalung ban terus diburu

Ahmad Buchori

Tim satgas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah yang dibantu dua orang ahli reptil dari Australia terus memburu buaya berkalung ban di Sungai Palu.

Ketua Tim satgas BKSDA Sulteng, Haruna kepada Antara, Kamis, mengatakan tetap berusaha untuk bisa menangkap buaya itu sehingga bisa melepaskan ban yang melilit leher buaya tersebut

Ia mengatakan penyisiran sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Sungai Palu pada Kamis ini akan dilanjutkan dengan menurunkan sejumlah personel dari BKSDA, polisi dan juga dibantu dua ahli reptil dari Australia.

"Kita akan menyusuri sungai dari muara sampai ke titik-titik yang menjadi target untuk menangkap buaya tersebut," kata dia.

Penangkapan buaya yang selama ini menghuni Sungai Palu itu dilakukan pihak BKSDA karena buaya itu terjerat ban motor di lehernya sehingga dikhawatirkan jika binatang itu semakin besar ia bisa mati. Karena itu, upaya untuk melepaskan buaya dari jeratan ban terus dilakukan tim satgas BKSDA bersama dua orang ahli buaya dari Australia.

"Ya kita berharap buaya itu bisa secepatnya ditangkap untuk selanjutnya ban yang melilit leher buaya bisa dilepaskan," kata Haruna, mantan kepala seksi di Kantor Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

Buaya terlilit ban diduga karena diburu warga untuk dipelirhara.

Di Sungai Palu, kata Haruna, diperkirakan ada sekitar 100-an buaya hidup dan berkembang biak sehingga mengancam warga yang selama ini bekerja sebagai penambang pasir di Sungai Palu dan juga nelayan yang mencari ikan di muara Teluk Palu.

Dalam beberapa hari terakhir ini, sepanjang das Sungai Palu di sisi kanan dan kiri banyak dipadati warga.

Saban hari, warga memadati das Sungai Palu untuk menyaksikan buaya berkalung ban itu ditangkap petugas.

Bahkan, bukan hanya warga dari Kota Palu saja, tetapi warga dari beberapa daerah di Sulteng, juga dari luar datang ke lokasi hanya untuk melihat penangkapan buaya berkalung ban.

Haruna mengatakan telah memasang beberapa perangkap di sejumlah titik di mana buaya berkalung ban itu sering muncul. "Ya target kita hari ini buaya itu bisa muncul dan masuk dalam perangkap yang telah di pasang di beberapa titik di Sungai Palu," ujar Haruna.

Baca juga: Dua ahli buaya asal Australia bantu evakuasi buaya berkalung ban

Baca juga: Evakuasi buaya berkalung ban masih nihil

Baca juga: Komunitas reptil harapkan evakuasi buaya "ban" tidak kembali gagal

Baca juga: Sayembara dihentikan, KemenLHK bentuk tim khusus selamatkan buaya ban