Dibawa ke Mako Brimob, Irjen Ferdy Sambo Diduga Tak Profesional Olah TKP Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, Irjen Ferdy Sambo diduga melanggar kode etik. Kode etik tersebut terkait dengan olah TKP kematian Brigadir J.

Dedi mengatakan, apa yang terjadi dengan Irjen Ferdy Sambo masih soal pelanggaran kode etik. Belum terkait dengan pelanggaran pidana.

"Malam hari ini dari hasil kegiatan pemeriksaan tim gabungan tisus pemeriksaan khusus terhadap perbuatan Irjen FS diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah Dinas Kadiv Propam Polri," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (6/8).

Dedy mengatakan, inspektorat khusus telah memeriksa 10 orang saksi. Tugasnya fokus terhadap dugaan pelanggaran etik Ferdy Sambo.

"Terkait peristiwa tersebut sudah memeriksa 10 saksi dari 10 saksi tersebut dan bukti dari Irsus menetapkan bahwa Irjen pol FS diduga melakukan pelanggaran terkait masalah ketidakprofesionalan dalam olah TKP," jelas Dedy.

Dedy melanjutkan, oleh karena itu, malam hari ini Irjen Fery Sambo langsung ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob Kepala Dua, Depok. Dia mengatakan, saat ini masih berproses.

"Kami minta rekan-rekan bersabar, bisa membedakan, kalau inspektorat khusus menangani pelanggaran masalah etik. Timsus proses pembuktian secara ilmiah," kata Dedy. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel