Dibayangi Sikap Hawkish The Fed, Rupiah Kembali Menguat

·Bacaan 1 menit

VIVA – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak menguat. Penguatan rupiah masih dibayangi oleh sikap hawkish atau ketat bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (Fed).

Pada Selasa 22 Juni 2021, pukul 10.17 WIB kurs rupiah menguat 14 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.414 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp14.428 per dolar AS.

"Dolar AS dan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali menguat setelah terkoreksi kemarin," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dikutip dari Antara, Selasa 22 Juni 2021.

Sementara, indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 91,946, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 91,899.

Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,492 persen, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,485 persen.

Pada Senin kemarin, dolar AS melemah terhadap berbagai mata uang utama, namun secara luas masih mempertahankan penguatan yang dibukukan pada pekan lalu setelah sikap yang cenderung ketat atau hawkish dari The Fed.

Perubahan sikap hawkish The Fed itu telah membebani pasar meskipun sentimen aset berisiko agak membaik pada awal pekan.

Dam pada Senin lalu, rupiah ditutup melemah 53 poin atau 0,37 persen ke posisi Rp14.428 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.375 per dolar AS. (Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel