Diblokir, Bos Google Protes Cina Lewat Twitter

TEMPO.CO , Jakarta:Lee Kai-fu, mantan Kepala Divisi Google di Cina mengundang 30 juta pengikutnya di jejaring sosial Weibo untuk mengikuti kicauannya di Twitter. Oa memprotes pemerintah Cina yang membredel akun Weibonya. Lee memprotes ketatnya kontrol internet di Cina. "Saya dibungkam di Sini (Weibo) sejak tiga hari lalu, temukan saya di sini," kicau Lee dalam akunnya @kaifulee.

Akun ini telah diverifikasi oleh Twitter, ia kembali aktif menggunakan akun media sosial ini sejak 17 Februari lalu. Sejak saat itu, pengikutnya melonjak hampir satu juta pengikut dalam waktu sehari.

Jika 30 juta pengikut Lee di Weibo migrasi jadi pengikutnya di Twitter, ia akan menjadi orang keempat paling populer di jejaring sosial yang didirikan Jack Dorsey itu. Tiga teratas adalah Justin Bieber, Lady Gaga, dan Katy Perry.

Tiga puluh juta pengikut Lee di jejaring sosial Weibo amat berharga. Dengan itu, ia bisa sangat mudah membuat kuping pemerintah Cina panas.  "Dengan 30 juta pengikut, efeknya (di Cina) seperti berbicara di stasiun televisi atau radio," ujar Bill Bishop, konsultan teknologi yang kini bermukim di Beijing.

Cina menerapkan kebijakan ketat mengontrol internet. Google misalkan, diizinkan beroperasi di dunia maya Cina, namun banyak isinya yang disensor. Sementara itu, Twitter diblok di Cina, namun relatif lebih mudah diakali agar masyarakat tetap bisa mengaksesnya.

TELEGRAPH | ANDI PERDANA

Baca juga

Meteor Jatuh Ternyata Punya Periode Ulang

Ikan Menjadi Rakus Jika Terkontaminasi Zat Kimia

Tiga Penyakit yang Menyertai Evolusi Manusia

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.