Dibuka Melemah, IHSG Dibayangi Aksi Profit Taking

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Indeks harga saham gabungan atau IHSG memerah di level 6.346 pada pembukaan perdagangan Kamis 4 Maret 2021. Posisi itu melemah 30 poin atau 0,47 persen, dibanding penutupan perdagangan Rabu 3 Maret 2021 di level 6.376.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, memprediksi bahwa IHSG memiliki potensi untuk kembali bergerak tertahan akibat dibayangi aksi ambil untung para investor.

"Investor berekspektasi bahwa relaksasi pajak pemerintah akan memicu pertumbuhan bisnis di sektor otomotif dan properti," kata Lanjar dalam keterangan tertulisnya, Kamis 4 Maret 2021.

Lanjar menjelaskan, kepercayaan investor domestik masih cenderung kuat di tengah prospek pemulihan yang lebih cepat pada ekonomi Indonesia yang telah di dukung kuat oleh kebijakan pemerintah.

Secara global, para investor tetap waspada terhadap lonjakan tekanan inflasi yang meluas, yang dapat mengguncang kepercayaan dengan mengurangi janji dari Bank Sentral Eropa untuk menjaga kebijakan moneter tetap longgar.

"IHSG berpotensi bergerak kembali tertahan dibayangi aksi profit taking dengan support resistance 6.342-6.412," ujarnya.

Lanjar juga memberikan rekomendasi mengenai saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini, di antaranya yakni ACES, ADRO, ASII, ERAA, HRUM, INCO, TINS.

Sementara secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji, menjelaskan bahwa berdasarkan rasio fibonacci, support maupun resistance minimum berada pada level 6.256 hingga 6.455.

Berdasarkan indikator, MACD, Stochastic, dan RSI, masih menunjukkan sinyal positif.

"Terlihat pola upward bar yang mengindikasikan potensi penguatan lanjutan IHSG, sehingga ke depannya dapat berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujarnya.