Dibuka Memerah, IHSG Capai Titik Jenuh dan Berpotensi Melemah

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Indeks harga saham gabungan atau IHSG memerah di level 6.360 pada pembukaan perdagangan Senin 18 Januari 2021. Posisi itu melemah 13 poin atau 0,20 persen, dibanding penutupan perdagangan Jumat, 15 Januari 2021, di level 6.373.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, memprediksi bahwa IHSG telah mencapai momentum jenuh sehingga diperkirakan ada potensi pelemahan pada perdagangan hari ini.

"Setelah sebelumnya saham-saham di sektor pertanian dan keuangan memimpin pelemahan," kata Lanjar dalam analisanya, Senin, 18 Januari 2021.

Baca juga: Pembagi Bansos Tewas Ditikam hingga Kapolsek Injak Ruang Meditasi

Lanjar menjelaskan, pelemahan itu terjadi setelah harga CPO terpantau terkoreksi 2,80 persen, ke level 3.323 ringgit per mton di bursa Malaysia. Hal itu seiring dengan para investor yang menanti laporan keuangan kuartal IV-2020 dari sektor perbankan.

Selain itu, data neraca perdagangan untuk bulan Desember 2020 turun di bawah ekspektasi, karena aktivitas impor yang mulai tinggi meskipun pertumbuhan aktivitas ekspor naik 14,63 persen secara year-on-year.

Secara global, investor mengalihkan perhatian pada paket stimulus yang akan disahkan oleh kongres Amerika Serikat. Di mana sebelumnya hal itu berada di bawah pengawasan ketika klaim pengangguran AS yang dirilis cukup suram.

Investor juga akan menanti data GDP kuartaL IV-2020 Tiongkok dengan ekspektasi naik menjadi 6,1 persen, data penjualan eceran, dan data pertumbuhan produksi industrial yang juga diperkirakan akan cukup positif.

"Pergerakan IHSG memang telah mencapai momentum overbought dan jenuh, sehingga diperkirakan tekanan pelemahan masih akan terjadi," ujarnya.

Lanjar juga memberikan rekomendasi mengenai saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini, di antaranya yakni BBCA, KAEF, INAF, KLBF, AKRA, JSMR, RALS, SCMA, WIKA, WSKT, WSBP, WTON.

Sementara secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji, menjelaskan berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada level 6.325 hingga 6.406.

Berdasarkan indikator, MACD masih menunjukkan sinyal positif. Meskipun demikian, Stochastic maupun RSI sudah menunjukkan jenuh beli atau overbought.

"Terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke support terdekat," ujarnya. (ase)