Dibuka Menghijau, Penguatan IHSG Diprediksi Tertahan

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menghijau di level 5.780 pada pembukaan perdagangan Jumat 27 November 2020. Posisi itu menguat 20 poin atau 0,35 persen, dibanding penutupan perdagangan Kamis 26 November 2020 di level 5.759.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, memprediksi IHSG akan cenderung bergerak tertahan pada perdagangan di akhir pekan ini.

Baca juga: KPK Duga Edhy Prabowo Disuap Lebih dari Satu Eksportir Benur

"Setelah sebelumnya saham-saham pada sektor infrastruktur dan industri dasar memimpin penguatan," kata Lanjar dalam keterangan tertulisnya, Jumat 27 November 2020.

Lanjar menjelaskan, para investor masih mencermati implikasi dari data ekonomi Amerika Serikat, dengan data jobless claims, durable goods orders, dan pelebaran defisit neraca perdagangan.

Hal itu menjadi perhatian bagi para investor, di saat AS merayakan hari libur Thanksgiving dan mengakhiri pekan ini dengan musim belanja liburan yakni Black Friday. Sementara, harga minyak mentah WTI turun 1,3 persen ke level US$45,10 per barel.

"Sehingga diperkirakan IHSG cenderung bergerak berat di akhir pekan dengan support-resistance 5.700-5.783," ujarnya.

Lanjar juga memberikan rekomendasi mengenai saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini, diantaranya yakni ASII, ICBP, INDF, INKP, KLBF, MIKA, SSMS, TBLA.

Sementara secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji, menjelaskan, berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada level 5.695,53 hingga 5.874,89.

Berdasarkan indikator, MACD, stochastic, maupun RSI, masih menunjukkan sinyal positif.

"Terlihat pola long white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujarnya. (ren)