Dibuka Sejak 14 Oktober 2021, Penerbangan Internasional ke Bali Masih Nihil

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, belum ada satu pun penerbangan internasional yang mendatarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali hingga saat ini. Padahal, pemerintah telah membuka kunjungan wisatawan asing ke pulau Dewata sejak 14 Oktober 2021 lalu.

"Update pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara, sampai saat ini kami terus mencatat bahwa belum ada penebangan internasional langsung yang ke Bali," tuturnya dalam acara Weekly Press Briefing, Senin (1/11).

Meski begitu, Sandiaga Uno menyatakan, pihaknya bersama stakeholders terkait terus berupaya memaksimalkan penerapan protokol kesehatan untuk menyambut kedatangan turis asing.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 sekaligus meningkatkan kepercayaan publik dunia terhadap penanganan pandemi di Indonesia.

"Harapannya dengan 19 negara yang sudah di berikan persetujuan kita mendapatkan feedback yang lebih baik," terangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sepi Penerbangan

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (Dewi/Liputan6.com)
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (Dewi/Liputan6.com)

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, sepinya penerbangan regular dari 19 negara yang diizinkan untuk berkunjung ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, karena wisatawan mancanegara memerlukan waktu untuk mempersiapkan berbagai dokumen perjalanan.

Selain itu, wisman disebut juga masih menunggu jadwal penerbangan dari pihak maskapai. Sebab, tidak semua maskapai sudah mulai membuka lagi penerbangan langsung dari negara asalnya ke Bali.

"Kemenparekraf sendiri turut mempromosikan pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara melalui kerja sama dengan Biro Perjalanan Wisata (BPW) di 19 negara. Promosi juga dilakukan melalui own media serta perwakilan Indonesia di negara-negara tersebut," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara virtual, Jakarta, Senin (18/10).

Keputusan pembukaan penerbangan internasional ke Bali ini diambil berdasarkan angka penyebaran positivity rate (jumlah total kasus positif) Covid-19 di Indonesia yang terendah se-Asia, yakni sebesar 1,50 persen atau jauh di bawah standar World Health Organization (WHO) yaitu 5 persen.

Dengan terkendalinya Covid-19, peluang dibukanya kembali kegiatan ekonomi dapat diwujudkan. Apalagi, kata dia, Bali perlu segera pulih dari pandemi Coid-19 karena wilayah ini menggantungkan perekonomian dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Salah satunya dengan upaya pembukaan pariwisata untuk wisatawan mancanegara," ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel