Dicari! Pemain untuk Timnas Indonesia U-19 dengan Spek: 3 Posisi dan Pelapis Marselino Ferdinan

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 masih kekurangan pemain berkualitas untuk Piala Dunia U-20 2023. Tim berjuluk Garuda Nusantara itu perlu mencari personel baru di beberapa posisi.

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong mengungkapkan penilaian itu ketika dievaluasi PSSI seusai kegagalan di Piala AFF U-19 2022.

Shin Tae-yong disebutkan Timnas Indonesia U-19 masih butuh pemain di posisi bek tengah, bek sayap kanan dan kiri, gelandang bertahan, dan gelandang serang.

Khusus gelandang serang, pemain itu diproyeksikan untuk menjadi back-up Marselino Ferdinan. Ketika gelandang Persebaya Surabaya itu absen, praktis kekuatan Timnas Indonesia U-19 menjadi pincang.

Marselino Ferdinan Rentan Cedera

<p>Marselino Ferdinan tergeletak sambil mengeram kesakitan di dekat tepi lapangan setelah berusaha melakukan back-heel saat Timnas Indonesia U-19 melawan Thailand di laga lanjutan Grup A Piala AFF U-19 2022. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Marselino Ferdinan tergeletak sambil mengeram kesakitan di dekat tepi lapangan setelah berusaha melakukan back-heel saat Timnas Indonesia U-19 melawan Thailand di laga lanjutan Grup A Piala AFF U-19 2022. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Contohnya sudah terjadi di babak penyisihan Piala AFF U-19. Timnas Indonesia U-19 terpaksa kehilangan Marselino Ferdinan pada dua partai terakhir babak penyisihan akibat cedera.

Pemain berusia 17 tahun itu divonis menderita cedera ruptur partial otot dengan panjang 10 cm dan lebar 1,7 cm. Marselino Ferdinan butuh waktu 1-2 bulan untuk pulih.

Shin Tae-yong juga meminta PSSI untuk menaturalisasi sejumlah pemain demi meningkatkan level Timnas Indonesia U-19 untuk Piala Dunia U-20 2023.

Kekurangan Pemain di Sejumlah Posisi

<p>Pemain Timnas Indonesia U-19, Kakang Rudianto berusaha memasukan bola ke gawang Thailand yang dijaga Narongsak Naengwongsa dalam pertandingan babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19 yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/7/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Pemain Timnas Indonesia U-19, Kakang Rudianto berusaha memasukan bola ke gawang Thailand yang dijaga Narongsak Naengwongsa dalam pertandingan babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19 yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/7/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

"Menurut Shin Tae-yong, masih ada beberapa kekurangan di Timnas Indonesia U-19," tulis PSSI dalam narasi pemberitaannya.

"Posisi bek tengah, bek sayap kiri dan kanan, gelandang bertahan, dan gelandang serang untuk melapis Marselino."

"Shin Tae-yong mengakui jika Arkhan Fikri mampu menjalankan tugas dengan bagus," lanjut deskripsi PSSI.

Pujian untuk Arkhan Fikri

Shin Tae-yong memang menyanjung Arkhan Fikri yang dianggapnya punya teknik individu yang tinggi. Namun, postur wonderkid Arema FC itu disebutnya kekecilan.

Arkhan Fikri, pemain berusia 17 tahun berposisi gelandang serang, hanya mempunyai tinggi 165 cm. "Skill-nya bagus, tapi tingginya kurang," imbuh Shin Tae-yong.

"Saat tampil di Piala Dunia U-20 2023, kami akan menghadapi tim dengan postur yang tinggi-tinggi dan kekar. Jadi, tentu Timnas Indonesia U-19 butuh pemain baru termasuk pemain naturalisasi," terangnya.

Urung Naturalisasi 3 Pemuda Belanda

Sementara itu, Shin Tae-yong tidak jadi menaturalisasi tiga pemain keturunan asal Belanda untuk Timnas Indonesia U-19. Ketiganya adalah Kai Boham, Jim Croque, dan Max Christoffel. Kualitas ketiganya dianggap kurang layak.

PSSI mengabarkan bahwa Shin Tae-yong telah mempunyai sejumlah pemain keturunan lain untuk dinaturalisasi demi Piala Dunia U-20, yang juga berasal dari Belanda.

"Di Belanda, ada banyak pemain yang memiliki darah Indonesia," ujar Ketua PSSI, Mochamad Iriawan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel