Dicurhati Ibu Single Parent, Bupati Ipuk Beri Solusi Anak Putus Sekolah

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang janda yang hidup bersama empat anaknya di Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi, Titin, menangis haru saat dikunjungi Bupati Ipuk Fiestiandani di kediamannya, Jumat (8/8).

Ipuk jalan kaki dari kantor Pemkab Banyuwangi menuju kediaman Titin. Titin (45) kini menjadi single parent karena suaminya baru meninggal akibat sakit tiga bulan lalu. Tiga anaknya tidak bisa sekolah karena faktor ekonomi, sementara satu anaknya masih berusia satu tahun.

Anak pertama Titin Muhammad Afandi (22), dan Bagas Kurniawan (17) putus sekolah masing-masing ketika menginjak jenjang SMK dan SD. Sementara Salsa (8) belum sekolah, dan Alia (1) perlu mendapat asupan gizi yang cukup. Bahkan untuk membantu ekonomi, tiga anak harus berjualan nasi bungkus keliling.

Bupati Ipuk langsung menginstruksikan kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan, Suratno, untuk membantu tiga anak Bu Titin melanjutkan sekolah. "Pak Suratno, ini langsung ditangani ya. Pokoknya anak-anak ini harus bisa kembali melanjutkan pendidikan dan mendapatkan ijazah," kata Ipuk.

"Apalagi tadi ditanya mereka masih bersemangat untuk sekolah. Nanti Bagas dan Afandi ikut kejar paket, dan Salsa harus melanjutkan sekolah SD. Kami akan terus sisir warga yang membutuhkan penanganan semacam ini," kata Ipuk.

Ipuk pun meminta para camat dan lurah atau kades untuk terus membantu anak-anak yang terpaksa putus sekolah, terutama yang diakibatkan masalah ekonomi. "Pemkab Banyuwangi sudah berkomitmen bahwa tidak boleh ada anak putus sekolah. Masalah ini sudah ada solusinya. Kalau ada warga yang terpaksa berhenti sekolah karena masalah ekonomi, silakan lapor ke Dinas Pendidikan," kata Ipuk.

Usai dari kediaman Titin, Ipuk melanjutkan jalan kaki mengunjungi pasangan lansia sakit, Santoso (72) dan Isnaini (60), yang rumahnya tidak jauh dari kediaman Titin.

Dua lansia ini telah mendapatkan sejumlah Bantuan Program Non Tunai (BNPT) dan cek kesehatan rutin oleh puskemas setempat. Selain itu, Bupati Ipuk juga memberikan donasi kepada kedua lansia tersebut.

"Penanganan warga miskin dan sebatangkara wajib dilakukan secara sinergis oleh perangkat daerah. Camat maupun Puskesmas harus berkoordinasi dengan kepala desa dan lurah untuk terus memantau warganya," terang Ipuk. [hhw]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel