Dicuri Saat Perang Dunia Pertama, Kitab Suci Berumur 1000 Tahun Akhirnya Dikembalikan

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah Biara Yunani berhasil mendapatkan kembali Kitab Suci berumur 1.000 tahun yang dicuri saat Perang Dunia Pertama.

Bagi biara, Kitab Suci itu adalah kitab yang perlu dijaga sebab menurut Museum Alkitab, Kitab Suci yang dikembalikan itu adalah salah satu kitab tulis tangan tertua di dunia.

Dikutip dari laman CNN, Senin (3/10), Kitab Suci berbahasa Yunani itu ditulis di sebuah Biara Yunani yang terletak di selatan Italia pada akhir abad 10 hingga 11. Namun antara abad 14 dan 15, Kitab Suci itu dipindahkan ke utara Yunani ke Biara Kosinitza yang juga dikenal sebagai Biara Theotokos Eikosiphoinissa.

Namun pada saat Perang Dunia I, Bulgaria menyerang Yunani dan pasukannya menjarah biara itu dan mencuri 400 kitab suci berharga dan barang-barang lain. Kitab-kitab suci itu dijual di seluruh Eropa hingga sampai ke museum-museum di Amerika.

Salah satu Kitab Suci bernama Tulisan Eikosiphoinissa 220 dijual pada 2011 lalu dibeli oleh Green Collection di Kota Oklahoma, Amerika Serikat (AS). Namun kitab itu disumbang ke Museum Alkitab.

Pada 2015, Gereja Ortodoks Yunani meminta beberapa institusi-institusi AS yang memiliki kitab-kitab suci Kosinitza untuk mengembalikannya. Akhirnya pada 2019, museum-museum di AS mulai untuk meneliti kembali kitab-kitab suci yang diminta, dan mereka menemukan salah satu dari kitab suci yang mereka miliki dahulu dicuri dari Biara Kosinitza.

Akhirnya pada 2020, museum itu menghubungi pemimpin-pemimpin Gereja Ortodoks Timur untuk mengembalikan kitab suci itu.

“Kitab suci itu akhirnya dikembalikan ke biara dalam upacara resmi pada hari Kamis”, jelas pernyataan bersama Keuskupan Agung Ortodoks Yunani Amerika dan Museum Alkitab.

“Ketika Museum Alkitab menemukan teks ini diambil secara ilegal dari Biara, museum bergerak cepat, bertanggung jawab dan profesional untuk mengembalikannya,” jelas Uskup Agung Gereja Ortodoks Yunani di Amerika, Elpidophoros dari Amerika.

“Kami tidak dapat mengungkapkan rasa terima kasih kami yang cukup kepada Green Family dan museum atas pelayanan Kristen dan profesional mereka,” lanjutnya.

“Anda telah memberikan contoh untuk diikuti orang lain, dan kami berdoa agar mereka melakukannya,” lanjutnya.

Untuk membalas pengembalian kitab suci itu, Patriark Ekumenis Bartolomeus meminjamkan 3 Kitab Suci sebagai “tanda terima kasih atas kembalinya naskah Injil.”

Penasihat umum Keuskupan Agung Ortodoks Yunani Amerika, George Tsougarakis mengungkap jika pengembalian Kitab Suci itu adalah upaya memperbaiki dunia untuk menjadi benar kembali.

George menjelaskan jika pengembalian itu dapat memberi contoh kepada institusi lain yang memiliki kitab-kitab suci yang dicuri dari Biara Kosinitza.

“Kami mendesak mereka untuk melakukan hal yang benar,” jelas George.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]