Dideportasi dari Malaysia, 63 Pekerja Migran Indonesia Tiba di Soetta

·Bacaan 1 menit

VIVA - Sebanyak 63 pekerja migran Indonesia (PMI) tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu, 24 Juli 2021. Puluhan PMI itu dideportasi dari Negeri Jiran Malaysia usai melakukan keberangkat secara ilegal.

"Ya, mereka ini dideportasi dari Malaysia dengan masalah klasik, yakni usai berangkat secara unprosedural, undocumented, dan mereka dirazia oleh penegak hukum Malaysia, hingga masih detensi dan akhirnya dikembalikan ke tanah air," kata Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, di Bandara Soetta, Tangerang.

Pemulangan PMI di tengah aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel ini juga dilakukan secara ketat terutama tentang dokumentasi kesehatan para pekerja.

"Mereka tiba di tanah air pun dengan prosedur yang ketat. Dan nantinya akan melakukan isolasi mandiri selama delapan hari di Wisma Atlet Jakarta," ujarnya.

Baca juga: Mensos Siap Mediatori 11.000 Pekerja Migran yang Tiba di Indonesia

Untuk para pekarja yang tiba merupakan pekerja yang mendapatkan prioritas, seperti ibu, anak, ataupun ibu dengan kondisi hamil.

"Kita pulangkan secara bertahap, di mana diprioritaskan kepada ibu hamil, ibu dan anak, atau mereka yang sakit sehingga harus mendapatkan perawatan oleh pemerintah Indonesia. Dan untuk pemulangan ini, semua ditanggung oleh BP2MI," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel