Lonjakan Kasus COVID-19 Melambung, Ini Alasan Pemerintah Tidak Tutup Penerbangan dari Luar Negeri

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Penerbangan dari luar negeri tidak ditutup oleh pemerintah, walaupun kenaikan kasus COVID-19 yang melambung secara signifikan beberapa waktu belakangan. Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar sempat berpendapat bahwa peraturan terkait perjalanan internasional masih selaras dengan peraturan yang berlaku untuk PPKM darurat.

"Selama konteks PPKM darurat juga belum ada pembatasan atau larangan untuk mobilitas melalui udara, maka sampai saat ini juga perjalanan internasional bisa dilakukan, tapi dengan pembatasan yang sangat ketat," jelasnya saat konferensi pers virtual di hari Minggu lalu.

Sedangkan menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pemerintah belum juga menutup penerbangan dari dan ke India adalah karena lalu lintas logistik antara kedua negara masih dibutuhkan, khususnya terkait distribusi vaksin COVID-19. Untuk saat ini, Menhub juga memastikan bahwa tidak ada penerbangan reguler penumpang, melainkan hanya kargo.

Desakan untuk menutup penerbangan dari luar negeri salah satunya berasal dari mantan anggota Ombudsman dan pengamat penerbangan Alvin Lie. Ia menyesalkan sikap pemerintah yang seperti tidak belajar dari kasus COVID-19 di tahun lalu.

Pandangan dari berbagai pihak

Mengapa pemerintah Indonesia belum juga menutup penerbangan dari luar negeri? Simak di sini penjelasan dan pandangan dari berbagai pihak.
Mengapa pemerintah Indonesia belum juga menutup penerbangan dari luar negeri? Simak di sini penjelasan dan pandangan dari berbagai pihak.

"Bukan hanya penerbangan, tapi juga gerbang penumpang internasional, baik itu udara, laut, maupun darat. Kenapa pemerintah Indonesia justru tidak menutup sumbernya, tapi yang diurus hanya domestik. Percuma saja pergerakan manusia dalam negeri dibatasi, kalau sumbernya dari luar negeri tidak ditutup," ungkapnya.

Alvin Lie juga mencontohnya kebijakan pemerintah Hong Kong yang menutup penerbangan dari Inggris dan India demi mengantisipasi masuknya varian virus COVID-19 yang baru. Epidemiolog Universitas Airlangga Windhu Purnomo juga pernah mengatakan bahwa kebijakan pemerintah Indonesia masih dinilai kurang.

"Semua orang asing tida boleh msuk, semua bandara internasional kita tutup, kecuali kepentingan diplomat atau WNI yang pulang, itupun berbahaya sebenarnya," ujarnya.

Windhu Purnomo meminta agar pemerintah Indonesia juga bisa fokus pada prosedur penanganan pandemi dan sistem kesehatan, daripada hanya berfokus pada pemulihan ekonomi.

Saksikan video menarik setelah ini

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel