Didier Deschamp Pusing, Ini 4 Masalah Prancis Sambut Piala Dunia 2022

Bola.com, Jakarta - Timnas Prancis adalah runner-up Euro 2016 dan kampiun Piala Dunia 2018. Meski gagal di Euro 2020, Les Bleus kembali menunjukan dominasinya saat menjuarai UEFA Nations League musim 2020/2021.

Namun, menjelang Piala Dunia 2022, performa Timnas Prancis sedang menurun drastis. Mereka gagal ke semifinal UEFA Nations League musim 2021/2022 meski beruntung tidak terdegradasi ke Liga B serupa Inggris.

Berada di Grup A1 bersama Kroasia, Denmark dan Austria, Prancis hanya mampu menduduki posisi ketiga. Dari enam laganya, mereka hanya mampu meraih sekali kemenangan, dua imbang dan tiga kekalahan.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps menilai ada beberapa hal yang memang harus dibenahi dari timnya. Dia akan berjuang untuk membenahi hal tersebut sebelum Piala Dunia 2022 berlangsung di Qatar.

Berikut empat permasalahan yang dialami Timnas Prancis menjelang Piala Dunia 2022 yang harus Deschamps tangani. Permasalahan ini sangat terlihat ketika berlaga di UEFA Nations League.

 

1. Menit Bermain Kylian Mbappe

Kylian Mbappe merupakan wonderkid Timnas Prancis kala menjuarai Piala Dunia 2018 di umurnya yang masih menginjak 22 tahun. Saat ini, dirinya telah menjadi pemain termahal kedua setelah rekan setimnya, Neymar. Penampilan gemilangnya di PSG juga tak terusik dengan kedatangan Messi. (AFP/Loic Venance)
Kylian Mbappe merupakan wonderkid Timnas Prancis kala menjuarai Piala Dunia 2018 di umurnya yang masih menginjak 22 tahun. Saat ini, dirinya telah menjadi pemain termahal kedua setelah rekan setimnya, Neymar. Penampilan gemilangnya di PSG juga tak terusik dengan kedatangan Messi. (AFP/Loic Venance)

Peran penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, memang sangat vital di Timnas Prancis. Mbappe tidak bermain saat Les Bleus imbang 1-1 melawan Kroasia di Zagreb, tetapi bermain 90 menit penuh dalam tiga pertandingan lainnya.

"Saya tahu pelatih PSG Christophe Galtier masih ingin Kylian bermain," tambah Deschamps. "Tapi sesekali, dia harus bisa sedikit bernapas. "Dia harus mengurangi menit bermain. Itu tidak akan menyakitinya, justru sebaliknya," sambungnya.

Melawan Austria, Mbappe datang menjadi penyelamat dan mencetak gol penyeimbang di Wina. Mbappe menyukai formasi 3-4-1-2 milik Deschamps saat ini, karena bisa menikmati kebebasan mutlak di depan.

 

2. Badai Cedera

Pencetak gol pertama dalam sejarah Piala Dunia, Lucien Laurent (Photo: CYRIL VILLEMAIN/AFP)
Pencetak gol pertama dalam sejarah Piala Dunia, Lucien Laurent (Photo: CYRIL VILLEMAIN/AFP)

Absennya Karim Benzema karena cedera membuat Deschamps kembali memainkan trisula maut yang memenangi Piala Dunia 2018. Ketiganya yakni Antoine Griezmann, Mbappe, dan Olivier Giroud.

"Malam ini kami merasakan kenyataan yang menanti kami dalam waktu dua bulan," kata Deschamps. "Kami tidak perlu khawatir, karena semua pemain akan kembali pulih." sambungnya.

Prancis tidak hanya kehilangan Benzema. Ada sejumlah pemain yang absen karena cedera, yakni Hugo Lloris, N'golo Kante, Theo Hernandez, Presnel Kimpembe, Lucas Hernandez, Adrien Rabiot, Kinsley Coman, Lucas Digne, Jules Kounde dan Mike Maignan.

 

3. Mencari Komposisi Lini Tengah Baru

<p>Pemain Denmark Thomas Delaney, kanan, dan Frances Aurelien Tchouameni, beraksi selama pertandingan sepak bola UEFA Nations League antara Denmark dan Prancis di Stadion Parken di Kopenhagen, Denmark, Minggu September. 25, 2022. (Mads Claus Rasmussen/Ritzau Scanpix via AP)</p>

Pemain Denmark Thomas Delaney, kanan, dan Frances Aurelien Tchouameni, beraksi selama pertandingan sepak bola UEFA Nations League antara Denmark dan Prancis di Stadion Parken di Kopenhagen, Denmark, Minggu September. 25, 2022. (Mads Claus Rasmussen/Ritzau Scanpix via AP)

Absennya Kante dan Paul Pogba karena cedera membuat Deschamps berpikir keras mengisi lini tengahnya. Dia sempat memainkan duo Real Madrid Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga.

Meskipun memberi kesan positif melawan Austria, duo Madrid itu tidak berkembang saat menghadapi Denmark. "Dia melakukan beberapa hal yang tidak ingin saya lihat lagi, dia tahu itu," kata Deschamps tentang penampilan Camavinga melawan Denmark.

 

4. Keraguan Lini Pertahanan

Lucas Hernandez - Bek sayap kiri Bayern Munchen ini tak dibawa Deschamps untuk mengikuti kualifikasi Piala Dunia 2022 karena mengalami cedera. Alhasil, posisinya digantikan oleh saudara kandungnya yaitu Theo Hernandez. (Foto: AFP/Matthias Schrader,pool)
Lucas Hernandez - Bek sayap kiri Bayern Munchen ini tak dibawa Deschamps untuk mengikuti kualifikasi Piala Dunia 2022 karena mengalami cedera. Alhasil, posisinya digantikan oleh saudara kandungnya yaitu Theo Hernandez. (Foto: AFP/Matthias Schrader,pool)

Formasi 3-4-1-2 Deschamps memberikan keuntungan bagi para pemain sayap, tetapi tanpa Theo Hernandez, Les Bleus memiliki masalah. Pemain AC Milan tersebut merupakan bek sayap Prancis yang bertipikal menyerang

Dua pemain sayap yang lain yakni Benjamin Pavard dan Ferland Mendy lebih kuat dalam bertahan. Namun, Deschamps masih kesulitan menemukan tiga bek terbaik yang solid untuk lini belakang.

Deschamps bahkan telah mencoba delapan bek tengah yang berbeda sepanjang 2022. Para pemain itu yakni Raphael Varane, William Saliba, Kounde, Kimpembe, Ibrahima Konate, Lucas Hernandez, Benoit Badiashile, dan Dayot Upamecano.

Sumber: Sportkeeda