Didorong Sekolah Online, 43,8 Juta Unit Tablet Dikapalkan Pada Kuartal 3 2020

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengapalan global tablet diperkirakan akan meningkat pada kuartal keempat 2020. Bahkan, pengapalan perangkat tablet diprediksi mencapai level tertinggi menjelang akhir 2020.

Saat ini riset dari Digitimes menyebutkan pengapalan tablet diprediksi akan meningkat sekitar 7,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, pada Q4 mendatang.

Mengutip laman Gizmochina, Rabu (4/11/2020), peningkatan jumlah tablet yang dikapalkan ini terjadi karena tingginya permintaan tablet dari wilayah Asia Tenggara, India, dan Amerika Latin untuk tujuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah online.

Riset yang sama juga menyebut, total pengiriman tablet secara global pada kuartal 3 2020 sekitar 43,83 juta unit atau naik 10,5 persen dibandingkan kuartal lalu. Peningkatannya dibandingkan periode yang sama tahun lalu adalah sekitar 0,4 persen.

Dari data yang sama, merek non-Apple mendominasi angka tablet yang dikirimkan, terutama untuk tablet dengan harga yang kompetitif.

Apple Masih Jadi Pemimpin

Samsung luncurkan lini tablet terbaru, yaitu Galaxy Tab 8.0 (2019). (Doc: Samsung)
Samsung luncurkan lini tablet terbaru, yaitu Galaxy Tab 8.0 (2019). (Doc: Samsung)

Dari jumlah tablet yang dikirimkan, Apple masih menempati urutan pertama, disusul Samsung, Huawei, Amazon, dan Lenovo.

Lenovo tampaknya akan mengungguli Huawei dan Amazon untuk merebut posisi ketiga dengan memperluas pengiriman pada kuartal 4.

Pada kuartal kedua 2020, Lenovo dan Huawei menjadi merek tablet dengan pertumbuhan tercepat. Sayangnya, karena Huawei kini sedang terkena sanksi AS, kemungkinan hal ini bakal berdampak lebih dalam pada bisnisnya.

Tablet 10 Inci Paling Banyak Dikapalkan

Tampilan Samsung Galaxy Tab S7 yang baru diperkenalkan. (Dok. Samsung)
Tampilan Samsung Galaxy Tab S7 yang baru diperkenalkan. (Dok. Samsung)

Lebih lanjut, laporan ini juga menyebut, tablet paling banyak dikirimkan berukuran 10,1 inci dengan porsi di bawah 80 persen. Sementara permintaan akan tablet berukuran lebih kecil pun terus merangkak naik.

Saat pandemi, tablet berukuran besar begitu diminati karena dipakai untuk sekolah online dan keperluan multimedia.

Namun, kemungkinan jumlah permintaan akan tablet berukuran besar akan turun di bawah 65 persen di kuartal 4 karena adanya penawaran dari Samsung dan Microsoft dengan ukuran tablet 8 inci.

(Tin/Isk)