Diduga Ada Penyalahgunaan dalam Surat Sumbangan Teken Gubernur Sumbar

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kasus surat minta sumbangan untuk pembuatan buku profil Sumatera Barat bertajuk “Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan” dengan tanda tangan Gubernur Mahyeldi Ansharullah kian panas. Kepolisian Resor Kota Padang sudah menyita barang bukti tiga kardus berisi dokumen surat yang digunakan lima orang sebagai modal untuk mengumpulkan donasi ke berbagai pihak.

Mahyeldi belum memberikan keterangan resmi mengenai hal itu. Meski demikian, Wakil Gubernur Audy Joinaldy sudah angkat bicara. Menurutnya, kini kasus itu masih berproses di Kepolisian dan pemerintah akan segera membahasnya menyusul perkembangan termutakhir.

“Kita biarkan dulu berproses. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa kelanjutannya: apakah benar oleh Gubernur. Detailnya seperti apa kita belum tahu. Keluarnya surat itu, juga belum tahu, dan juga mengenai apa sebenarnya inti dari surat tersebut, kita juga belum tahu,” kata Joinaldy di Padang, Senin, 23 Agustus 2021.

Meski Kepolisian sudah menisyaratkan bahwa surat itu asli, Audy lagi-lagi menyebutkan itu masih berproses. Dia menduga, surat itu disalahgunakan orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi.

“Sepertinya, kalau dugaan: menyalahgunakan-lah, atau orang yang tidak bertanggung jawab menyalahgunakan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Dia hanya menjelaskan, surat-surat resmi pemerintahan harus berdasarkan persetujuan secara berjenjang, misalnya disetujui kepala dinas, asisten, sekretaris daerah, hingga kepala daerah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel