Diduga Angkut Motor Curian, Satu Truk di Tangerang Disita Polisi

Syahrul Ansyari, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 2 menit

VIVA - Satu unit truk disita dan sopirnya ditangkap Polsek Balaraja, Polres Kota Tangerang, setelah mengangkut sejumlah kendaraan roda dua yang diduga hasil kejahatan.

Kanit Reskrim Polsek Balaraja, Ipda Jarot Sudarsono, mengatakan penyitaan kendaraan itu dilakukan di Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, pada Selasa, 27 April 2021.

Bermula dari adanya informasi bila terdapat proses pengangkutan sejumlah kendaraan di kawasan setempat, hingga akhirnya tim Reskrim Polsek Balaraja pun melakukan penyelidikan ke lokasi.

"Dapat info, kalau ada mobil yang angkut kendaraan hasil kejahatan. Lalu dicek ke lokasi, dan benar. Kita dapati mobil itu berserta isi muatannya yakni sejumlah kendaraan roda dua," katanya, Rabu, 28 April 2021.

Baca juga: Sindikat Pencuri Motor Lintas Provinsi Dibekuk di Kelapa Gading

Dia mengatakan terdapat enam kendaraan roda dua yang ada di dalam bak truk. Dari hasil pemeriksaan kepada sopir, kendaraan itu diminta untuk diantar menuju Lampung.

"Jadi, berdasarkan keterangan sopir yang berstatus saksi ini, motor-motor itu diminta si penyewa untuk dibawa ke Lampung, dan si sopir ini pun tidak tahu menahu soal asal kendaraan (motor) ini, karena dia hanya diminta antarkan lalu disewa. Dan ini masih dalam penyelidikan kami," ujarnya.

Polisi juga tengah mengejar sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku tindak kejahatan atas kendaraan roda dua tersebut. Lantaran saat petugas menemukan truk tersebut, terdapat sejumlah pria yang ada di sana, tengah mengawasi proses pengangkutan.

Namun, karena ada petugas, para pelaku itu kabur menggunakan kendaraan roda empat yakni Honda CRV.

"Pas kita sampai lokasi, ada beberapa orang di sana yang mengawasi langsung kabur naik mobil, sekitar tiga orang di dalam mobil, dan kini kita masih proses pengejaran," katanya.

Kini, petugas pun tengah melakukan pengecekan nomor polisi dan mesin pada kendaraan tersebut, untuk memastikaan bila kendaraan itu hasil kejahatan.

"Kita masih cek, diduga sementara ini hasil kejahatan seperti ranmor (pencurian kendaraan bermotor), ataukah ini kendaraan yang over kredit. Masih diselidiki," katanya.