Diduga Cabuli 4 Siswi, Kepala Sekolah Ancam Tahan Ijazah

·Bacaan 1 menit

VIVA - Seorang Kepala Sekolah SD swasta di Kapuas, Kalimantan Tengah, bernama I Gede PA (45) ditangkap karena diduga mencabuli siswinya. Diduga, ada empat orang siswi SD yang mengaku dicabuli oleh Gede.

Kepala Satuan Reskrim Polres Kapuas, AKP Kristanto Situmeang, menjelaskan dugaan perbuatan cabul di bawah umur terjadi pada Jumat, 21 Mei 2021. Menurut dia, Gede memanggil para korban ke ruangan dengan alasan perbaikan nilai ujian.

Kemudian, kata Kristanto, Gede menyuruh korban masuk satu per satu ke dalam ruangannya. Ternyata, Gede bukan bicarakan soal perbaikan nilai malah memberikan tontotan film porno kepada para siswinya tersebut.

"Di dalam ruangan kepala sekolah tersebut, korban disuruh terlapor menonton film dewasa, namun korban tidak mau," kata Kristanto kepada wartawan pada Rabu, 4 Agustus 2021.

Baca juga: Guru SMK di Sumut Pacaran dengan Murid, Berujung Bui

Di samping itu, Kristanto mengatakan Gede meraba alat kelamin para korban dengan mengancam tidak meluluskan mereka dan menahan ijazahnya jika memberitahu kepada orang tuanya masing-masing.

"Lalu terlapor langsung meraba-raba alat kelamin dan payudara serta pantat korban. Korban diancam oleh terlapor jangan cerita dengan orang tua. Apabila cerita dengan orang tua, maka tidak dikasih lulus dan ditahan ijazahnya," kata dia.

Akhirnya, empat orang korban yakni IJM (13), SK (11), SM (11), dan AA (12) baru berani melapor setelah beberapa bulan kemudian. Selanjutnya, polisi menyita barang bukti dari tangan Gede berupa laptop, flashdisk, dan meteran pita jahit.

Atas perbuatannya, Gede dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) dan Ayat (2) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel