Diduga Cabuli Santriwati, Pimpinan Ponpes di Jombang Ditangkap

Bayu Nugraha, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pimpinan salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berinisial SB (49 tahun), ditangkap aparat kepolisian setempat karena disangka mencabuli santriwati-nya sendiri. Kini SB ditetapkan tersangka dan ditahan di Markas Kepolisian Resor Jombang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko mengatakan, kasus itu bermula dari adanya laporan orang tua korban ke pihak kepolisian. Si orang tua melapor bahwa putrinya menjadi sasaran cabul SB.

"Kemudian (laporan itu) ditindaklanjuti Polres Jombang dan dilakukanlah penyelidikan, penyidikan, dan kemudian dilakukanlah penangkapan (terhadap SB). Sekarang ini masih dalam proses penyidikan lanjut oleh polres setempat," kata Kombes Gatot kepada VIVA pada Senin, 15 Februari 2021.

Pihak Polres Jombang, lanjut Gatot, masih melakukan pengembangan untuk mengetahui secara pasti berapa santriwati yang menjadi korban ulah cabul SB. "Nanti akan didalami oleh penyidik lagi, apakah korban hanya dari santri yang orangtuanya melapor saja, atau masih ada korban dari santri yang lainnya," ujarnya.

Di Jombang, Kepala Polres setempat, AKBP Agung Setyo Nugroho, kepada wartawan menuturkan, bahwa tersangka SB tercatat sebagai warga Ngoro, Jombang. Pihaknya melakukan penyidikan kasus itu setelah menerima dua laporan dari orang tua korban. Dengan demikian, sementara ini sebanyak dua santriwati yang menjadi korban cabul SB.

Agung menceritakan, aksi cabul SB terbongkar setelah salah satu korban nekat kabur dari pondok dan pulang. Sampai di rumah, sang orangtua justru memarahi korban karena kabur. Tak kuat dimarahi, korban yang berusia 16 tahun itu akhirnya mengaku telah dicabuli SB. Mendengar cerita putrinya, sang orangtua kecewa lantas melaporkan SB ke polisi.

Baca juga: Bejat, Ayah Cabuli Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan