Diduga Depresi, Anak Bunuh Ayahnya Sendiri di Malang

Syahrul Ansyari, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA - Adi Pratama (25 tahun), tega membunuh ayah kandungnya Tamin (49 tahun) pada Selasa, 23 Maret 2021, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Adi adalah anak sulung dari korban. Dia diduga depresi, sehingga tega menghabisi nyawa orang tuanya.

Dia membunuh ayahnya di rumahnya di Desa Bumirejo Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Korban ditemukan meninggal dunia pada pukul 11.00 WIB. Saat itu, seorang warga melihat pintu rumah terbuka.

Warga itu pun memasuki rumah dan menemukan Tamin sudah bersimbah darah.

"Ada warga pukul 01.00 itu mendengar suara teriakan. Tetapi biasanya memang Adi itu sering teriak-teriak. Warga pun langsung menelpon istri pak Tamin. Katanya pak Tamin sudah di rumah anaknya (TKP)," kata Kepala Desa Bumirejo, Sugeng Wicaksono.

Baca juga: Cemburu Istrinya Didekati, Pria Ini Tikam Teman Sendiri hingga Tewas

Sugeng mengungkapkan, warga tidak menyangka jika teriakan itu merupakan suara Tamin meminta tolong. Selama ini Tamin yang bekerja sebagai petani memang sering mendatangi rumah Adi untuk menengok kondisi anaknya itu. Kebetulan lokasi rumah mereka berdekatan.

"Ada luka di kepalanya, di tangannya dan di kakinya. Seperti terbakar dan diduga dilakukan menggunakan senjata tajam. Jadi biasanya memang Pak Tamin ke sana menengok anaknya yang depresi, rumahnya kan ada dua," ujar Sugeng.

Sugeng mengatakan, depresi yang dialami Adi sejak lima tahun terakhir. Duda itu depresi sejak sebelum bercerai.

Keluarganya dan warga sekitar sempat membawa Adi untuk terapi alternatif agar sembuh. Tetapi sampai saat ini belum berhasil.

"Kemungkinan depresi ada sebuah peristiwa yang menggoncangkan jiwanya. Kalau ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) tidak, kalau ODGJ minum obat, lalu normal biasanya. Nah ini kendalanya beberapa hari ini mengeluh keluarganya kalau dia (pelaku) tidak makan," kata Kepala Desa Bumirejo, Sugeng Wicaksono.

Tim Inafis Polres Malang telah melakukan olah TKP di lokasi. Polisi juga sudah memasang garis polisi di TKP.

Sampai saat ini, Adi masih dalam pencarian polisi. Sebab Adi kabur usai membunuh korban.