Diduga Ditipu Eks Rekan Bisnis, Dalton Ichiro Klaim Rugi Rp150 Miliar

Siti Ruqoyah, Willibrodus
·Bacaan 3 menit

VIVA – Mantan pembaca berita salah satu stasiun televisi swasta Dalton Ichiro Tanonaka dimintai keterangan di Polres Metro Jakarta Pusat dalam kasus pelaporan terhadap mantan rekan bisnisnya berinisial HP. Dalton Tanonaka melaporkan mantan rekan bisnisnya itu atas dugaan penipuan dan keterangan saksi palsu.

Kuasa hukum Dalton, Alvin Handrean Yosoenarto mengatakan, kasus ini telah dilimpahkan dari Polda Metro Jaya ke Polres Metro Jakarta Pusat. Saat memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Pusat, Dalton melampirkan bukti-bukti soal dugaan pidana yang dilakukan HP.

"Penyidik bilang, nanti akan diproses secepatnya. Kami sudah berikan bukti-bukti soal kasus ini," kata Alvin, saat ditemui di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu 16 Desember 2020.

Alvin melanjutkan, bukti yang diberikan salah satunya adalah audit keuangan dan laporan keuangan perusahaan yang merupakan investasi. Selain mengalami kerugian hingga Rp150 miliar, akibat kasus penipuan ini, Dalton nama baiknya jatuh. Apalagi ia sempat dipenjara sebelum vonis bebas.

"Setelah itu ada juga yang melengkapi dokumennya saja. Belum lagi ada intimidasi dari pihak tertentu," jelasnya.

Ia pun mendesak, agar polisi mengusut tuntas perkara ini. "Kami mendesak polisi secepatnya menyelesaikan kasus ini sesuai hukum yang berlaku," tutur Alvin.

Dalton melaporkan HP yang juga anggota keluarga bos perusahaan film ini ke Polda Metro Jaya. Ia melaporkan mantan rekan bisnisnya itu atas dugaan memberikan keterangan saksi palsu dengan dugaan tindak pidana pasal pelanggaran 242 dan 266 KUHP.

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) Dalton Tanonaka, sehingga dia bebas setelah menjalani masa tahanan tak sampai 1 bulan. Putusan MA itu menjadi dasar Dalton Tanonaka melaporkan HP

"Klien kami sudah terbukti tidak bersalah karena telah diputus dalam tingkat PK. Makanya, kami melakukan upaya hak hukum dari klien kami, serta membersihkan nama dari klien kami," ungkap Alvin beberapa waktu lalu.

Dalton Tanonaka menyebut dia tidak pernah mencoba melarikan diri. Status buron yang sempat disematkan kepada dirinya oleh penegak hukum merupakan hal tidak tepat.

"Saya tinggal di apartemen selama 14 tahun, jadi saya tidak mengerti mengapa pihak kejaksaan menyebut saya buronan. Saya bukan buronan dan tidak pernah lari dari apa pun," ujar Dalton Tanonaka dalam bahasa Inggris.

Laporan Dalton Tanonaka terdaftar di Polda Metro Jaya dengan nomor LP: TBL/7231/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, Tanggal: 4 Desember 2020. Kasus tersebut kini akan ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kasus ini bermula pada 2014. Dalton disebut bekerja sama dengan seorang bernama HP selaku pemilik PT VPI. Dalton memengaruhi HP untuk berinvestasi di perusahaannya.

Keduanya patungan dalam usaha itu. Belakangan, perusahaan Dalton malah merugi sehingga koleganya merasa tertipu dan melaporkan hal ini. Kasus pun diproses hingga disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Awalnya Dalton dinyatakan terbukti bersalah melakukan penipuan dengan pidana penjara 2 tahun 6 bulan. Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melepaskan Dalton dari segala tuntutan.

Jaksa tidak tinggal diam dan mengajukan kasasi ke MA. Pada 4 Oktober 2018, majelis kasasi mengubah hukuman dan menjatuhkan pidana selama 3 tahun penjara.

Setelah 2 tahun disebut buron, Dalton ditangkap Tim Tabur Kejagung dan dijebloskan ke Lapas Salemba. Dalton ditangkap di Apartemen Permata Hijau, Kebayoran lama, Jakarta Selatan. Namun, tidak berapa lama, PK Dalton dikabulkan MA dan Dalton kembali lepas.

MA dalam putusan PK membatalkan putusan kasasi MA. "Menurut majelis hakim PK, pemohon PK/terpidana, kendati perbuatan yang didakwakan oleh penuntut umum kepada terpidana terbukti, tetapi perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana," ucap Andi Samsan Nganro.