Diduga Hina Jaksa, Alvin Lim Dilaporkan ke Polres Garut

Merdeka.com - Merdeka.com - Kejaksaan Negeri Garut melaporkan dua orang advokat yang juga youtuber atas nama Alvin Lim dan Hadi ke Kepolisian Resor Garut, Rabu (21/9). Keduanya dinilai melanggar undang-undang ITE dan kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) karena melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Garut, Hendra Syahputra Dalimunthe mengatakan bahwa dirinya mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Garut untuk membuat laporan resmi kepada polisi. Langkah pelaporan dilakukan karena merasa terpanggil Nurani dan tanggung jawab secara pribadi dan juga profesi.

"Telah melaporkan atas video yang berisi pembicaraan seorang advokat atas nama Alvin Lim dengan Hadi," katanya.

Ia menjelaskan bahwa dalam video tersebut, terlapor membuat konten video yang mengandung penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap kejaksaan se-Indonesia. Laporan tersebut pun sudah diterima oleh pihak kepolisian.

"Ini (video) penghinaan kepada jaksa, kita yang bernaung di bawahnya Persatuan Jaksa Republik Indonesia, merasa terhina dan dicemarkan nama baik. Mudah-mudahan segera ditindaklanjuti oleh Polres Garut sesuai kewenangannya," jelasnya.

Dalam konten video tersebut, disebut Hendra, advokat Youtuber itu menyebut bahwa kejaksaan itu adalah sampah hingga sarang mafia dan lainnya. Ia menilai, setelah menganalisis video tersebut, unsur pencemaran nama baik dengan sarana ITE telah terpenuhi.

"Kami melaporkan dengan pelanggaran pasal 27 ayat 3 juncto pasal 45 ayat 3 undang-undang ITE dan atau pasal 207 KUHP. Kami berharap agar kasus ini bisa segera ditindaklanjuti," pungkasnya. [tin]