Diduga Ikut Kericuhan di Sheikh Jarrah, Saudara Kembar Aktivis Ternama Palestina Ditahan Israel

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Sheikh Jarrah - Dua aktivis terkemuka Palestina ditahan oleh pihak berwenang Israel pada Minggu 6 Juni 2021. Saudara kembar itu menjadi sorotan global ketika melawan pengusiran dari rumah mereka di permukiman Sheikh Jarrah, Yerusalem timur yang diduduki Israel.

Mengutip VOA Indonesia, Senin (7/6/2021), polisi Israel menangkap Mona el-Kurd yang berusia 23 tahun di rumahnya pada Minggu 6 Juni. Sementara itu, surat panggilan ditinggalkan untuk saudara kembarnya, Muhammad. Hal itu diungkapkan oleh ayah mereka.

Muhammad dilaporkan menyerahkan diri kepada polisi setelah mendengar tentang surat panggilan itu. Keduanya telah dibebaskan.

"Polisi Israel memberitahu para wartawan bahwa Mona el-Kurd diduga terlibat dalam kerusuhan dan beberapa insiden lain di Sheikh Jarrah," demikian menurut kantor berita AFP.

Keluarga El-Kurds adalah satu dari banyak keluarga Palestina yang terancam diusir dari permukiman Sheikh Jarrah agar bisa ditempati oleh para pemukim Israel. Kakak beradik itu memiliki banyak pengikut di media sosial. Mereka kerap mendokumentasikan perkembangan di wilayah itu dan mempopulerkan tagar “#SaveSheikhJarrah.”

Dubes Palestina Zuhair Al-Shun: Kami Siap Mati untuk Yerusalem

Dubes Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Dubes Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Konflik antara pasukan Israel dan kelompok Hamas Palestina mereda. Keduanya telah menyepakati gencatan senjata, yang diharapkan dapat segera menghentikan konflik di Palestina.

Gencatan senjata dimulai pada Jumat 21 Mei 2021 pagi waktu setempat, mengakhiri pemboman selama 11 hari di mana lebih dari 240 orang tewas, kebanyakan dari mereka di Gaza.

Meski demikian, gencatan senjata tersebut dinodai aksi pasukan keamanan Israel, yang menggunakan granat kejut dan peluru karet terhadap orang-orang Palestina di luar masjid Al-Aqsa di Yerusalem, tempat ribuan jemaah menghadiri salat Jumat, 21 Mei 2021.

Hal ini pun merusak ketenangan yang baru dirasakan usai gencatan senjata diumumkan Israel dan Hamas.

Seorang jurnalis CNN di kompleks masjid melaporkan lusinan petugas Israel memukul wartawan dengan tongkat dan mencoba mengarahkan senapan ke arah mereka. Para petugas menyebut mereka "pembohong" ketika mereka menunjukkan kartu pers mereka pada Sabtu 22 Mei 2021.

Merespons konflik tersebut, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun mengatakan, selama belum ada kemerdekaan diraih bakal tetap ada masalah yang dihadapi warga Palestina.

"Orang Palestina tentu saja menghadapi banyak masalah karena militer dan tindakan Israel. Tapi bagaimanapun, kami dengan jiwa akan terus berjuang sampai merdeka," ujar Dubes Zuhair Al-Shun dalam wawancara khusus program The Ambassador Liputan6.com, Kamis (27/5/2021).

Dubes Zuhair menegaskan, rakyat Palestina tak gentar untuk terus memperjuangkan kemerdekaannya. "Kami siap mati untuk Yerusalem. Pada akhirnya kita akan melanjutkan perjuangan dan perlawanan kita, kecuali mendapatkan kemerdekaan," ucapnya.

Untuk memperoleh kemerdekaannya dari pendudukan Israel, Palestina membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Ia menuturkan, tak hanya dukungan via demonstrasi tapi juga langkah nyata.

Di seluruh dunia, pawai solidaritas pro-Palestina bahkan diadakan sebagai bagian dari demonstrasi untuk menuntut pemerintah masing-masing agar menjatuhkan sanksi dan embargo militer untuk menghentikan pasokan senjata ke Israel.

"Untuk demonstrasi di beberapa bagian tidak masalah, itu menunjukkan wajah Israel. Itu menunjukkan keburukannya," tuturnya.

"Tetapi harus ada juga tindakan untuk memaksa mereka berhenti membunuh, menarik diri dan menerima resolusi internasional. Hanya mengecam Israel tidak mempengaruhi mereka," tegasnya lagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel