Diduga Kapal Pengayoman IV Sudah Miring Sebelum Berlayar ke Nusakambangan Cilacap

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Cilacap - Kapal Kapal Pengayoman IV milik Kemenkumham terbalik di perairan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (17/9/2021). Dalam insiden ini, dua orang tewas lima lainnya selamat.

Diduga kapal ini sudah miring setelah dua truk tronton bemuatan material loading atau masuk kapal di Dermaga Wijayapura, Cilacap.

Seorang saksi yang berada di lokasi, Juhari mengaku melihat kapal sudah miring sekitar pukul 09.00 WIB. Ia kemudian melaporkan hal tersebut ke Nahkoda Kapal Pengayoman IV Antoro Subagyo. Akan tetapi, kapal tetap berlayar.

“Ya itu bawa material buat jalan aspal (di Nusakambangan). (Jadi kapal sudah miring ya?). Ya sudah miring,” kata pria yang yang berprofesi sebagai tekong kapal compreng ini.

Kekhawatiran Juhari terbukti, Kapal Pengayoman IV terbalik saat cikar kiri ke arah Dermaga Sodong, Nusakambangan.

Diduga kapal tersebut terdorong angin kencang dan arus kuat. Saat itu, nelayan bersama dengan pemilik kapal langsung melakukan penyelamatan penumpang dan ABK Kapal Pengayoman IV.

“Korban sementara dua, yang meninggal dunia. Kalau yang selamat kalau tidak salah empat apa ya. Kurang lebih ada tujuh orang. Nggak tahu di dalamnya masih ada orang apa tidak,” ucap Juhari.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Keterangan Resmi Nihil

Perihal penyebab Kapal Pengayoman IV tenggelam, otoritas terkait belum memberikan pernyataan resmi. Akan tetapi, secara tersirat Komandan Lanal Cilacap, Kolonel Sugeng Subagyo membenarkan hal tersebut.

Dia mengatakan kapal mestinya mengangkut truk dalam posisi di tengah. Kapal harus dipastikan aman sebelum berlayar.

Pasalnya, jika di pinggir dengan posisi truk bermuatan berat, kapal akan cenderung miring dan berisiko terbalik saat terdorong arus kuat atau gelombang tinggi.

Diketahui, Kapal Pengayoman IV terbalik di perairan Nusakambangan, Cilacap, Jumat siang. Dalam insiden ini, dua orang meninggal dunia dan lima lainnya selamat. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan penyelaman di lokasi terbaliknya Kapal Pengayoman IV.

Pada Jumat siang, tim gabungan melakukan penyelaman di lokasi tenggelamny aKapal Pangayoman IV milik Kementerian Hukum dan HAM yang terbalik di Perairan Nusakambangan.

Penyelaman ini dilakukan untuk mengatahui posisi kapal tenggelam dan dua truk yang turut tenggelam dalam insiden ini. Selanjutnya, tim akan melakukan penandaan agar posisi truk dan kapal tidak mengganggu jalur pelayaran.

“Kita bersama kepolisian dan Basarnas, akan melakukan penyelaman secara bersama-sama. Nanti bergantian. Untuk mengetahui posisi,” kata Sugeng.

Bawa 2 Truk

Dia mengungkapkan, informasi sementara, kapal tersebut membawa dua truk. Salah satunya tenggelam terpisah dari Kapal Pangayoman IV. Sedangkan satutruk lainnya masih berada di dalam kapal yang kini posisinya terbalik tersebut.

Sementara waktu, tim juga akan menandai titik kapal terbalik dan truk agar jalur pelayaran keluar masuk dari dan ke Pelabuhan Pelindo tak terganggu.

“Karena di kapal tersebut ada dua truk tronton. Yang satu informasinya masih di kapal. Yang satunya lagi informasinya posisinya sudah tenggelam. Kita akan melakukan penyelaman, untuk mengetahui posisi,” jelasnya.

Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi menambahkan, penyelaman akan dilakukan dengan peralatan khusus agar personel aman. Pasalnya, saat ini arus laut sedang deras dan berbahaya untuk penyelaman. Sementara waktu, pelayaran di perairan ini dihentikan.

“Penyelaman akan dilakukan dengan peralatan khusus agaraman bagi personel,” ucap Leganek.

Saksikan Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel